Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri. Sekaya dan sepintar apapun kamu pasti tetap akan membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, dalam hidup harus memiliki sikap tolong menolong. Tolong menolong dalam kebaikan pun juga banyak sekali contohnya.
Tolong menolong bisa dilakukan dimana saja, baik itu di rumah, di sekolah, di lingkungan masyarakat atau tempat lainnya. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak dan pelajar juga perlu memiliki sikap seperti itu. Orang tua harus mendidik anaknya untuk tolong menolong sejak dini agar saat dewasa sudah terbiasa. Lalu, apa saja contoh tolong menolong dalam kebaikan yang bisa dilakukan pelajar?
6 Contoh Tolong Menolong dalam Kebaikan yang Bisa Dilakukan Pelajar
Inilah beberapa contoh tolong menolong yang bisa pelajar lakukan:
1. Meminjamkan Alat Tulis
Dalam proses pembelajaran di sekolah, siswa diharuskan untuk menyiapkan alat tulis yang dibutuhkan. Alat tulis tersebut seperti buku tulis, pulpen, pensil, penghapus, penggaris dan sebagainya. Akan tetapi, tidak semua siswa mempersiapkan alat tulisnya dengan baik. Kadang-kadang ada yang alat tulisnya ketinggalan di rumah atau tiba-tiba habis.
Jika kamu melihat teman sekelas mengalami hal tersebut, maka harus segera menolongnya. Terlebih jika kamu membawa alat-alat tulis lebih dari satu. Hal ini memang terlihat sepele tetapi sangat membantu teman yang membutuhkan.
2. Belajar Bersama
Salah satu contoh cara belajar yang efektif adalah belajar bersama atau belajar kelompok. Belajar bersama dikatakan efektif karena kamu bisa bertanya kepada teman yang sudah paham tentang suatu materi tertentu. Cara ini tentu sangat membantu terutama bagi kamu yang malu untuk bertanya langsung kepada guru.
Biasanya belajar kelompok diadakan oleh guru dengan tujuan supaya tugas yang diberikan bisa dikerjakan bersama-sama sehingga semua anggota bisa mengerjakan tugas tersebut dengan baik. Teman yang sudah paham bisa mengajari yang belum paham. Bahkan nilai yang didapatkan bisa maksimal.
3. Membantu Membersihkan Kelas
Supaya lingkungan kelas tetap bersih dan nyaman biasanya ada jadwal piket untuk membersihkannya. Setiap hari ada beberapa siswa yang bertugas untuk membersihkannya. Ketika ada teman yang bertugas untuk membersihkan kelas tetapi berhalangan hadir, kamu bisa menggantikan posisinya. Kebersihan kelas merupakan tanggungjawab bersama sehingga harus bekerja sama untuk membersihkannya.
Baca Juga: Memperkuat Nilai Gotong Royong di Lingkungan Sekolah
4. Mengunjungi Teman yang Sakit
Contoh tolong menolong selanjutnya yang bisa dilakukan pelajar adalah mengunjungi teman yang sakit. Jika ada teman satu kelas yang sakit dan tidak masuk sekolah beberapa hari, kamu bisa mengkoordinir teman lainnya untuk segera menjenguknya. Kamu bisa datang ke rumahnya dengan memberi semangat agar cepat sembuh.
Ketika datang menjenguknya, tidak ada salahnya untuk membawa makanan atau bingkisan yang layak dikonsumsi. Ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan kepedulian kepada teman yang sedang sakit.
5. Mengambil Barang yang Jatuh
Ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, seringkali barang yang dibawa jatuh ke lantai. Barang yang biasanya jatuh seperti pulpen, pensil atau penghapus. Jika barang tersebut jatuh di dekatmu, kamu bisa mengambilnya dan memberikannya kepada yang punya. Contoh tolong menolong ini sangat sederhana tetapi sangat baik untuk dilakukan.
6. Berbagi Bekal Makanan
Saat ini banyak orang tua yang memilih untuk membawakan bekal anaknya. Hal ini bukan tanpa alasan karena bekal yang dibawa dari rumah lebih sehat dan bersih. Akan tetapi, tidak semua temannya membawa bekal sendiri dari rumah dengan berbagai alasan. Salah satunya karena kesulitan finansial.
Jika kamu memiliki teman seperti itu, tidak ada salahnya untuk berbagi bekal makanan dan mengajaknya makan bersama. Kalau perlu orang tua membawakan bekal dengan porsi lebih agar anaknya bisa berbagi.
Nah itulah 7 contoh tolong menolong dalam kebaikan yang bisa dilakukan pelajar. Sikap menolong sesama ini memang sangat penting. Dengan semangat tolong menolong yang tinggi, kita bisa mengatasi berbagai masalah sosial di sekolah. Seperti permasalahan bullying atau perundungan, perkelahian, dan lain sebagainya.
Sebagai sekolah yang tidak hanya mengutamakan akademik, SMA Dwiwarna (boarding school) juga menyadari pentingnya sikap tolong menolong. Dengan pengajaran akhlak yang maksimal, siswa siswi tidak hanya pintar dalam hal akademik saja. Mereka pun akan memiliki empati yang tinggi kepada sesama sehingga tolong menolong menjadi hal yang terbiasa untuk mereka lakukan.


