Wujud Sikap Empati Seorang Pelajar Bagi Lingkungan Sekitar

Empati adalah salah satu kualitas penting yang harus dimiliki setiap individu. Sebagai makhluk sosial, kita perlu memahami perasaan dan situasi orang lain. Cara berempati kepada teman yaitu dengan mendengarkan mereka dengan sepenuh hati, mencoba memahami perspektif mereka, dan memberikan dukungan saat dibutuhkan.

Khususnya bagi para pelajar, memiliki sikap empati sangatlah penting. Dengan empati, mereka dapat memahami teman sekelasnya dan menciptakan lingkungan belajar yang harmonis. Namun, bagaimanakah cara seorang pelajar menunjukkan empati dalam kehidupan sehari-hari? Mari kita bahas lebih lanjut.

Sikap Empati Seorang Pelajar dapat Diwujudkan dalam Bentuk Apa? 

Sikap empati itu sendiri merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menyadari perasaan, masalah, kehendak ataupun kesusahan yang dirasakan oleh orang lain. Sebagai seorang pelajar kamu wajib memiliki sikap empati. Inilah beberapa bentuk sikap empati seorang pelajar:

1. Menjenguk Teman yang Sedang Sakit

Bentuk sikap empati seorang pelajar yang pertama adalah menjenguk teman yang sedang sakit. Teman yang sedang sakit perlu dukungan sehingga bisa segera pulih dan kembali masuk sekolah. Oleh karena itu, ketika ada teman yang sakit ajaklah teman lainnya untuk menjenguknya bersama-sama. Saat menjenguk bawalah buah atau makanan lainnya agar teman yang sakit merasa bahagia. Jangan lupa untuk menghiburnya juga. 

2. Meminjamkan Alat Tulis Kepada Teman 

Sebagai seorang pelajar pasti wajib untuk memiliki alat tulis. Alat tulis ini dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran sehingga bisa berjalan dengan lancar. Akan tetapi, tidak semua pelajar memiliki alat tulis dengan lengkap. Alasannya karena tidak memiliki biaya untuk membeli alat tulis atau bisa juga alat tulis yang dimiliki tertinggal di rumah.

Sikap empati yang harus dimiliki jika melihat teman dalam kondisi seperti ini adalah dengan meminjamkan alat tulis yang dimiliki. Meski tindakan ini merupakan tindakan yang sederhana tetapi masih banyak pelajar yang enggan untuk melakukannya. Alasannya karena alat tulis tersebut sangat dibutuhkan dan akan digunakan sendiri.

3. Ikut Merasa Senang Jika Teman Mendapatkan Kabar Bahagia 

Jika sikap empati sudah tertanam dalam diri maka kamu akan terhindar dari sikap iri hari. Saat teman sedang senang maka kamu akan ikut senang juga bukan malah iri hati. Memiliki sikap seperti ini tentu akan membuatmu menjadi sosok yang disukai banyak orang sehingga memiliki banyak teman. Memiliki banyak teman di sekolah merupakan suatu yang membahagiakan karena teman yang dimiliki bisa diajak sharing, belajar kelompok dan kegiatan positif lainnya.

4. Turut Bersedih Saat Orang Tua Teman Meninggal Dunia 

Kabar duka merupakan kabar yang tidak mengenakan bagi siapa saja. Jika kamu mendengar kabar orang tua temanmu meninggal maka hal yang harus dilakukan adalah turut bersedih, ikut merasa kehilangan dan melakukan takziah. Selain itu, kamu harus menghibur teman yang kehilangan orang tua supaya tidak larut dalam kesedihan. Saat di sekolah kamu tidak membiarkannya sendiri dan mengajaknya ngobrol atau makan bersama di kantin. 

5. Membagi Rezeki Kepada Orang di Sekitar

Sikap empati yang dapat diwujudkan bagi seorang pelajar selanjutnya adalah membagi rezeki kepada orang di sekitar. Sikap empati ini tidak hanya bisa dilakukan di lingkungan sekolah saja tetapi juga di lingkungan sekitar rumahmu. kamu bisa berbagi rezeki dengan memberikan makanan, mainan, souvenir atau yang lainnya. Meski barang yang diberikan bukanlah barang mahal tetapi sudah cukup membuat orang lain bahagia. Cara ini bisa kamu lakukan kapan saja.

Nah itulah informasi tentang sikap empati seorang pelajar dapat diwujudkan dalam bentuk apa saja. Beberapa sikap empati yang disebutkan diatas cukup mudah untuk dilakukan namun tidak semua orang mau melakukannya. Meski begitu kamu harus mulai menanamkan sikap empati dalam diri. 

SMA Dwiwarna (Boarding School) merupakan salah satu sekolah yang berkualitas dan sudah sangat berpengalaman di bidangnya. Dikatakan berpengalaman dan senior karena sudah berdiri sejak tahun 1998. Dengan pendidikan akademik dan agama yang seimbang, siswa siswinya tidak hanya memiliki kepandaian akademis saja, namun juga akhlak yang baik. Termasuk sikap empati yang berguna untuk kehidupannya nanti. 

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp