Melatih Sikap Empati Dengan Mengikuti Kegiatan PMR

Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anaknya supaya menjadi manusia yang beradab dan berkarakter. Salah satu sikap yang harus diajarkan orang tua pada anak sejak dini adalah rasa empati.

Melatih sikap empati sangat penting untuk diajarkan kepada anak. Sebab, jika anak sudah memiliki rasa empati maka bisa dengan mudah membangun dan juga menjalin hubungan dengan orang lain yang ada di sekitarnya. 

Namun, banyak orang tua yang masih bingung bagaimana cara untuk mendidik anak supaya memiliki rasa empati.

Sebaiknya Anda tidak perlu khawatir karena cara untuk menumbuhkan rasa empati pada anak tidak sulit. Dibawah ini nantinya akan dijelaskan mengenai cara-cara tersebut. 

4 Cara Melatih Sikap Empati

Tips Melatih Sikap Empati

Sikap empati tidak bisa muncul dengan instan, melainkan butuh proses yang cukup panjang.

Maka dari itu, jika Anda ingin memiliki anak yang memiliki sikap empati berarti harus melatihnya sejak dini. Inilah beberapa cara melatih sikap empati yang bisa Anda terapkan pada anak.

1) Berkumpul Dengan Orang Yang Berbeda 

Sejak kecil anak-anak perlu diajak berinteraksi atau berkumpul dengan orang yang berbeda.

Maksud berbeda dalam hal ini adalah berbeda latar belakangnya, kesempurnaan fisiknya, berbeda etnis dan sukunya, berbeda kemampuan sosial ekonomi dan sebagainya.

Cara seperti ini cukup efektif untuk melatih anak supaya memiliki rasa empat. Pengalaman berkumpul dengan orang-orang tersebut menjadi salah satu bentuk penerimaan terhadap perbedaan. 

Salah satunya adalah melalui kegiatan PMR atau Palang Merah Remaja. Organisasi ini adalah organisasi yang bergerak di bidang kesehatan dan pengembangan karakter kepalangmerahan.

Dengan mengikuti organisasi ini, siswa bisa memiliki kesempatan untuk berkumpul dengan orang berbeda.

2) Memposisikan Diri Menjadi Orang Lain

Kita tidak akan mungkin bisa memposisikan diri menjadi orang lain secara 100%. Meski begitu Anda harus mengajarkan pada si kecil untuk melakukan hal ini.

Tujuannya supaya mereka bisa membayangkan jika berada di posisi tersebut.

Bayangkan jika mengalami hal itu. Pola pikir seperti ini bisa membantu sikap empati serta meningkatkan rasa solidaritas untuk bersama-sama merasakan apa yang sedang mereka hadapi.

3) Menjadi Pendengar Yang Baik

Di dunia ini hidup jutaan manusia dengan karakter dan perilaku yang berbeda-beda.

Maka dari itu, tidak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik. Namun, jika Anda melatih anak untuk menjadi pendengar yang baik maka rasa empati itu secara otomatis akan muncul. 

Sebagai pendengar harus mendengarkan orang yang sedang bercerita tentang kesulitan yang sedang dihadapi.

Perlu diingat pendengar hanya mendengarkan bukan untuk memberi jawaban atau menyalahkan mereka. Cara ini dikatakan bisa melatih sikap empati karena sudah menyisihkan waktu serta mendengarkan curahan hati orang lain.

4) Melatih Kepedulian Terhadap Sekitar

Sejak kecil anak-anak harus sudah dilatih untuk peduli terhadap sekitarnya. Dimana ketika anak-anak sudah menyatu dengan sekitar maka akan lebih mudah dalam menggali informasi yang ada pada lingkungan tersebut.

Hal ini bisa dijadikan pembanding supaya anak menjadi tahu bagaimana cara untuk bersikap dan memposisikan diri di lingkungan sekitar.

Nantinya anak akan menjadi tahun bagaimana caranya berperilaku dan berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya.

Penutup

Selain beberapa cara di atas, cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk melatih sikap empati pada anak adalah dengan mengajarkan untuk sering membantu orang lain.

Sering membantu dalam hal ini seperti ringan tangan, bersedekah, suka memberi dan sebagainya.

Cara ini menjadi rangsangan bagi si kecil untuk melihat lebih jauh perasan dan kesulitan yang sedang dihadapi orang lain.

PMR atau Palang Merah Remaja juga menjadi wadah yang sangat tepat untuk mengembangkan empati pada anak.

Salah satu sekolah yang menyediakan program ini adalah SMA Dwiwarna (Boarding School). SMA Swasta di Bogor ini memiliki kegiatan PMR yang membantu pengembangan karakter dan empati anak.

Bagikan post ini
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *