Bagi orang tua, memilih jenjang SMA yang tepat untuk anak menjadi keputusan penting. Banyak orang tua membandingkan Islamic Boarding School dengan pondok pesantren karena keduanya sama-sama menggabungkan pendidikan umum dengan nilai agama Islam. Padahal, keduanya berbeda dari sisi pendirian, biaya, kurikulum, hingga sistem pendidikan.
Jika diamati beberapa tahun belakangan ini, makin banyak orang tua yang lebih menyukai anaknya sekolah di islamic boarding school.
Hanya saja sayangnya, masih banyak juga orang tua yang belum memahami perbedaan islamic boarding school dan pondok pesantren sehingga sering rancu.
Banyak orang tua menganggap menyekolahkan anak di Islamic Boarding School sama dengan menyekolahkannya di pondok pesantren. Padahal sistem pendidikan, kurikulum, dan output lulusannya berbeda.
Nah, agar tidak terjadi lagi kerancuan seperti itu, sebaiknya Anda sebagai orang tua memahami dulu apa bedanya islamic boarding school atau sekolah berasrama dengan pondok pesantren.
Inilah Perbedaaan Islamic Boarding School dan Pondok Pesantren
1 – Segi Pendiriannya
Perbedaan dari sekolah berasrama dengan pondok pesantren yang pertama bisa dilihat dari bagaimana cara pendiriannya.
Pada umumnya, sekolah berasrama didirikan oleh kalangan yang terdiri dari komunitas, organisasi, ataupun juga perorangan yang memiliki banyak dana.
Hanya saja mereka tidak memiliki kualifikasi sebagai pengajar, kemudian menyerahkannya kepada pihak ketiga yang lebih kompeten untuk mengurusnya.
Sekolah asrama sejak awal memang sudah dibangun dengan modal yang besar, dan dilengkapi dengan segala fasilitas yang dibutuhkan.
Itulah mengapa sebabnya rata-rata sekolah berasrama mempunyai gedung cukup besar dan mewah.
Sedangkan pondok dibangun kebanyakan dengan modal seadanya dan dilakukan secara bertahap. Dalam pembangunannya pondok pesantren biasanya dibantu oleh donatur.
2 – Segi Siapa Pendirinya
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa biasanya sekolah berasrama didirikan oleh organisasi, komunitas, ataupun perseorangan.
Pendirinya berupa lembaga, baik yayasan pemerintah maupun milik swasta.
Sedangkan pondok didirikan oleh pemuka agama seperti kyai, untuk memberikan wadah bagi mereka yang ingin belajar agama lebih dalam.
3 – Segi Biaya Pendidikannya
Anak yang nyantri dengan sekolah di pondok biasanya hanya dibebani SPP dengan jumlah yang sangat terjangkau, atau bahkan bisa gratis. Sebab itulah fasilitas di pondok memang biasanya masih kurang dan seadanya saja.
Sedangkan rincian biaya SMA, khususnya boarding school jauh lebih mahal. Biaya memang menjadi perbedaan boarding school dan pondok pesantren yang cukup mencolok.
Umumnya biaya SPP di sekolah berasrama memang cukup mahal, namun hal itu sesuai dengan fasilitas yang didapatkan.
Beberapa fasilitas Islamic Boarding School antara lain adalah:
- Ruang kelas dengan AC dan fasilitas penunjang pembelajaran lainnya seperti Wifi, proyektor dan smart board.
- Laboratorium terdiri dari lab biologi, fisika,kimia, bahasa, dan lainnya.
- Sarana olahraga seperti kolam renang, lapangan basket, lapangan futsal, dan lain sebagainya.
- Klinik kesehatan
- Balai serba guna
- Kamar asrama dengan tempat tidur, meja belajar, lemari dan Wifi.
- Fasilitas keamanan 24 jam lengkap dengan CCTV.
4 – Segi Kurikulum Pendidikannya
Perbedaan yang selanjutnya adalah dilihat dari segi kurikulum yang diberikan kepada siswanya.
Islamic Boarding School unggulan menggunakan kurikulum nasional resmi seperti Kurikulum Merdeka, dipadukan dengan kurikulum pendidikan Islam dan program pengayaan bahasa asing.
Kurikulum pada sekolah berasrama yang bagus kualitasnya sudah mendesainnya dengan sistem internasional yang memadukan pendidikan formal dan non formal.
Sedangkan pada pondok pesantren, kurikulumnya lebih menitikberatkan pada agama yang berdasarkan pada kitab suci.
Ada juga pondok yang mengembangkan kurikulum buatan sendiri dan tidak mengikuti kurikulum pemerintah. Dimana siswa atau santri akan belajar langsung dari kehidupan sehari-hari selama mereka berada di pondok tersebut.
5 – Output dan Kelanjutan Pendidikan Lulusan
Output lulusan menjadi pembeda paling penting antara Islamic Boarding School dan pondok pesantren. Islamic Boarding School menyiapkan siswa untuk berkompetisi di seleksi nasional perguruan tinggi negeri (SNBT, SNBP), sekolah kedinasan TNI Polri (Akpol, Akmil, IPDN, STIS, STAN), dan perguruan tinggi luar negeri. Lulusan menerima ijazah SMA resmi yang diterbitkan berdasarkan akreditasi BAN-S/M, sehingga diakui di semua jalur seleksi pendidikan tinggi di Indonesia.
Pondok pesantren tradisional umumnya menyiapkan santri untuk melanjutkan kajian agama di pesantren tinggi (Ma’had Aly), perguruan tinggi Islam negeri seperti UIN dan IAIN, atau menjadi pengajar agama di lingkungan masyarakat. Lulusan pondok pesantren salaf menerima ijazah Diniyah Wustha atau Ulya, yang memerlukan ujian penyetaraan jika ingin mendaftar perguruan tinggi umum.
Beberapa pondok pesantren modern memadukan kurikulum nasional, sehingga santri juga menerima ijazah SMA. Namun fokus pembinaan tetap pada penguasaan kitab kuning dan ilmu agama. Sementara itu, Islamic Boarding School berfokus pada akademik nasional yang dipadukan dengan nilai Islam, sehingga lulusannya siap untuk profesi modern di bidang teknik, kesehatan, hukum, bisnis, militer, dan kepolisian, dengan karakter berbasis nilai agama yang kuat.
Nah, itulah beberapa perbedaan boarding school dan pondok pesantren yang harus Anda pahami.
Bagi Anda para orang tua yang sedang mencari sekolah terbaik bagi putra-putri, mengapa tidak memilih SMA Dwiwarna (Boarding School) saja?
SMA Dwiwarna Boarding School adalah Islamic Boarding School unggulan, terakreditasi A (98) oleh BAN-S/M, Sekolah Penggerak Kemendikbudristek, dan ditetapkan sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi 2026 oleh Kemdiktisaintek. Siswa diajarkan bahasa Inggris, Jerman, Jepang, Mandarin, Korea, dan Arab.
Ingin mendaftarkan putra putri Anda ke Islamic Boarding School yang ditetapkan sebagai Sekolah Garuda? Daftar PPDB SMA Dwiwarna Boarding School di https://www.smadwiwarna.sch.id/form-registration/.
FAQ
1. Apa perbedaan utama Islamic Boarding School dan pondok pesantren?
Perbedaan utama terletak pada pendiri, kurikulum, biaya, dan output lulusan. Islamic Boarding School didirikan oleh lembaga atau yayasan dengan kurikulum nasional resmi, biaya pendidikan berskala SPP swasta, dan ijazah SMA resmi. Pondok pesantren didirikan oleh pemuka agama dengan kurikulum kitab kuning, biaya SPP rendah hingga gratis, dan output santri umumnya melanjutkan kajian agama.
2. Apakah Islamic Boarding School mengikuti kurikulum nasional?
Islamic Boarding School unggulan menerapkan Kurikulum Merdeka resmi Kemendikbudristek, dipadukan dengan kurikulum pendidikan Islam dan program pengayaan bahasa asing. Siswa menerima ijazah SMA resmi setelah lulus.
3. Berapa biaya Islamic Boarding School?
Biaya Islamic Boarding School bervariasi antar lembaga, umumnya mencakup uang pangkal sekali bayar dan SPP bulanan yang sudah termasuk asrama, makan, pendidikan, dan kegiatan pembinaan. Rincian biaya dapat diakses melalui halaman resmi sekolah tujuan.
4. Apa ijazah lulusan Islamic Boarding School?
Ijazah lulusan Islamic Boarding School adalah ijazah SMA resmi yang diterbitkan sesuai akreditasi sekolah dari BAN-S/M. Ijazah ini diakui untuk seleksi perguruan tinggi negeri (SNBT, SNBP), sekolah kedinasan TNI Polri, dan perguruan tinggi luar negeri.




