Pendidikan menjadi salah satu aspek yang terkena dampak pandemi Covid-19. Jika dulunya proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka, maka di masa pandemi berubah menjadi pembelajaran daring atau online. Diterapkannya pembelajaran secara daring atau online membuat proses pembelajaran bisa dilakukan tanpa ada batasan waktu dan tempat. Artinya, pembelajaran bisa dilakukan kapan dan dimana saja.
Kondisi ini juga turut mempercepat proses transisi dari revolusi industri 4.0 menuju era society 5.0. Apa itu revolusi? Kata revolusi disini merujuk pada kemajuan peradaban baru yang berbasis teknologi. Dimana era society 5.0 adalah proses kolaborasi antara manusia dan teknologi. Peradaban ini pertama kali diperkenalkan oleh Jepang pada tahun 2019. Lalu, apa peran pendidikan di era society 5.0?
Peran Pendidikan di Era Society 5.0
Inilah peranan pendidikan di era society 5.0 selengkapnya:
1. Memajukan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Revolusi industri 5.0 dalam pendidikan merujuk pada integrasi teknologi canggih dan pendekatan humanistik dalam sistem pendidikan. Sementara Revolusi Industri 4.0 menekankan pada otomatisasi dan teknologi informasi, Revolusi Industri 5.0 membawa kembali fokus pada manusia, personalisasi, dan kolaborasi antara manusia dan mesin.
Era 5.0 dalam pendidikan harus memiliki kontribusi yang maksimal dalam menciptakan manusia berkualitas. Jika tidak maka sumber daya manusia di Indonesia tidak bisa bersaing dengan SDM dari negara lainnya. Dalam menciptakan atau menyiapkan SDM berkualitas, tenaga pendidik memiliki peran yang sangat penting sehingga harus memiliki keterampilan atau skill yang baik atau mumpuni.
Pendidikan di era society 5.0 menuntut setiap orang untuk lebih kreatif, inovatif, produktif, adaptif dan juga kompetitif. Selain itu, pada abad 21 ini diperlukan pendidikan tentang kecakapan hidup atau yang dikenal dengan istilah 4C. Maksud 4C disini adalah Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration.
2. Berperan Penting dalam Kegiatan Pembelajaran
Pada era society 5.0, sekolah dan tenaga pengajar tentu akan memiliki peran yang sangat penting. Dimana pada era ini kegiatan pembelajaran tidak hanya fokus pada satu sumber saja yaitu buku. Akan tetapi, tenaga pengajar harus siap dan terbuka untuk menerima informasi dari berbagai sumber lainnya. Contohnya seperti internet atau media sosial. Meski begitu, tenaga pengajar harus bisa memilah informasi yang didapatkan dari internet atau media sosial. Ini harus dilakukan mengingat banyak berita bohong atau hoax yang bertebaran di media tersebut.
Peran lainnya yaitu kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring dengan menggunakan berbagai aplikasi. Beberapa aplikasi tersebut seperti google classroom, google classmeeting, zoom dan lain sebagainya. Dengan begini berarti tenaga pengajar tidak boleh gaptek sehingga harus mahir menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut saat pembelajaran daring atau online.
3. Terciptanya Pendidikan yang Berkualitas
Perlu adanya perubahan paradigma pendidikan dalam menyambut era society 5.0 dalam dunia pendidikan. Tenaga pengajar atau guru nantinya akan meminimalkan perannya sebagai learning material provider. Guru kemudian akan menjadi penginspirasi dalam proses tumbuhnya kreativitas peserta didik. Dalam hal ini guru berperan sebagai tutor, fasilitator, penginspirasi dan pembelajar sehingga akan tercipta “Merdeka Belajar”.
Merdeka Belajar ini akan menciptakan pendidikan berkualitas untuk semua masyarakat Indonesia. Caranya tidak hanya dengan meningkatkan layanan pendidikan saja tetapi juga memenuhi atau memperbaiki infrastruktur dan juga platform teknologi di sekolah. Infrastruktur dan teknologi yang sudah memadai akan lebih memudahkan sekolah dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.
4. Siswa Diharuskan untuk memiliki Kemampuan Literasi Dasar
Peran pendidikan di era society 5.0 selanjutnya yaitu mengharuskan siswa untuk memiliki kemampuan literasi dasar. Kemampuan literasi dasar ini jumlahnya ada 6, yaitu literasi numerasi, sains, informasi, finansial, budaya dan kewarganegaraan. Selain itu, juga harus memiliki kompetensi lainnya seperti mampu berpikir kritis, kreatif, bernalar, berkomunikasi, kolaborasi dan problem solving.
Paling penting harus memiliki karakter yang mencerminkan pelajar pancasila, yaitu memiliki inisiatif, gigih, rasa ingin tahu, mudah beradaptasi, memiliki jiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian sosial serta budaya.
Contoh Society 5.0 dalam Pendidikan
Contoh penerapan era society 5.0 dalam pendidikan bisa dilihat dari pendidikan berbasis AI dan pembelajaran adaptif. Sistem pembelajaran yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menyesuaikan materi dan kecepatan pembelajaran dengan kebutuhan individu siswa. AI dapat menganalisis gaya belajar siswa dan menyesuaikan konten secara real-time untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif.
Selain itu, bisa juga dari penggunaan big data untuk peningkatan kurikulum. Guru mengumpulkan dan menganalisis data besar dari berbagai sumber untuk memahami keefektifan metode pengajaran, materi pembelajaran, dan hasil belajar siswa. Ini membantu dalam membuat penyesuaian kurikulum dan strategi pengajaran yang lebih tepat sasaran.
Itulah informasi tentang 4 peran pendidikan di era terbaru, yaitu society 5.0. Pendidikan memiliki peran yang sangat penting karena harus bisa menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Banyaknya SDM yang berkualitas akan membuat negara ini menjadi negara maju dan beradab.
SMA Dwiwarna (Boarding School) merupakan salah satu sekolah yang berkualitas dan sudah sangat berpengalaman di bidangnya. Dikatakan berpengalaman dan senior karena sudah berdiri sejak tahun 1998. Dapatkan kualitas dan fasilitas pendidikan terbaik dengan bersekolah di SMA Dwiwarna (Boarding School).


