Kita sering diingatkan bahwa manusia tempatnya salah atau sering melakukan kesalahan. Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan dapat memperbaiki diri, kita juga sering dianjurkan untuk muhasabah diri, mengingat apa saja kesalahan yang pernah dilakukan, dan berupaya untuk tidak melakukannya lagi.
Muhasabah diri juga sering diajarkan dalam agama Islam. Selain bertujuan untuk meningkatkan semangat spiritual, muhasabah diri dalam Islam sering dilakukan guna mengukur, mengevaluasi dan memperbaiki kesalahan yang dilakukan.
Mungkin Anda juga penasaran dengan muhasabah diri itu apa artinya, dan bagaimana cara bermuhasabah diri yang sebaiknya dilakukan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita bahas lebih mendalam.
Apa Itu Muhasabah Diri?
Secara sederhana, muhasabah diri adalah tindakan refleksi diri, terutama mengenai apa yang telah kita lakukan di masa lalu, kemudian menilai apakah perbuatan tersebut baik atau tidak. Muhasabah diri tidak selalu tentang mengoreksi perbuatan negatif, tindakan baik yang kita lakukan pun perlu diperthatikan.
Apabila ada perbuatan baik yang telah dilakukan, maka kita bisa memperbaiki perbuatan tersebut agar lebih baik lagi. Sementara bila ada perbuatan negatif yang kita lakukan, ada baiknya untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut di masa mendatang.
Cara Muhasabah Diri yang Tepat
Berikut beberapa cara muhasabah diri yang bisa Anda coba, yaitu:
1. Lakukan Evaluasi
Ketika muhasabah diri, kita perlu melakukan evaluasi, yakni dengan merenungkan apa saja yang sudah kita lakukan, dan apakah kita sudah memiliki niat yang kuat untuk memperbaiki diri. Anda bisa merenungkan apa saja perbuatan baik, amalan yang dilakukan, hingga dosa yang mungkin tidak sengaja dilakukan.
Sehingga dari hasil renungan tersebut, Anda bisa mencoba memperbaiki diri, dan menghentikan perbuatan yang dapat berdampak buruk, serta menjadi dosa di masa yang akan datang.
2. Menerima Saran dari Orang Lain
Terkadang, dalam proses memperbaiki diri kita juga perlu nasehat atau masukan dari orang lain. Bisa menerima saran atau pendapat dari orang lain juga menjadi tanda bahwa kita siap untuk menjadi lebih baik, dan itu termasuk contoh sikap jujur, terutama pada diri sendiri.
3. Berteman dengan Orang Soleh
Disadari atau tidak, pertemanan juga sangat berpengaruh dengan perilaku kita sehari-sehari. Jika Anda merasa dengan pertemanan saat ini sering melakukan hal negatif, ada baiknya untuk berteman dengan orang baru. Lebih baik lagi jika berteman dengan orang soleh, sehingga Anda selalu dapat berbuat baik, dan terhindar dari perbuatan buruk.
4. Menyendiri
Salah satu cara terbaik untuk melakukan introspeksi atau muhasabah diri adalah dengan menyendiri. Karena ketika kita sendirian, kita bisa lebih jujur pada diri sendiri, dan bisa mengingat dengan jelas apa saja yang telah dilakukan selama ini.
5. Melakukan Shalat Taubat
Ketika Anda sudah mengakui segala kesalahan yang dilakukan, dianjurkan untuk segera melakukan shalat taubat, untuk meminta ampunan atas apa yang telah dilakukan, dan bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri.
Contoh Muhasabah Diri
Ada dua contoh muhasabah diri, yaitu muhasabah diri sebelum berbuat, dan muhasabah diri setelah berbuat. Tujuan keduanya adalah untuk melindungi kita dari perbuatan buruk, dan mengoreksi diri atas apa yang telah dilakukan.
Mendekatkan diri kepada Allah, misalnya dengan melakukan murojaah, bisa membantu kita terhindar dari perbuatan sia-sia yang nantinya kita sesali. Murojaah adalah kegiatan membaca, mengulang dan mengingat kembali bacaan Al-Qur’an yang kita lakukan.
Dengan mengetahui apa itu muhasabah diri, sekarang Anda bisa melakukannya dengan benar, sehingga dapat memperbaiki diri menjadi lebih baik, dan menghindari perbuatan buruk yang dapat memberikan banyak kerugian terhadap diri sendiri.
Itulah bentuk muhasabah diri yang dilakukan siswa SMA Dwiwarna Boarding School. Tidak hanya melalui muhasabah diri, kecerdasan spiritual siswa juga diperkuat melalui kegiatan malam bina iman yang menyentuh hati. Dengan begitu, siswa tidak hanya memiliki kecerdasan di bidang akademi saja, melainkan juga spiritual dan karakter.


