Ketika Anda melamar pekerjaan atau mengajukan beasiswa dan studi ke luar negeri, biasanya akan diminta untuk membuat motivation letter. Dokumen ini seringkali dianggap sama dengan personal statement, namun keduanya memiliki perbedaan dari sisi struktur dan tujuan penggunaan.
Lalu, apa itu motivation letter, dan kenapa dokumen ini sangat penting dalam pengajuan beasiswa, studi ke luar negeri hingga melamar pekerjaan ke perusahaan tertentu. Simak penjelasan berikut.
Apa Itu Motivation Letter?
Motivation letter adalah surat atau dokumen yang dapat menunjukkan kelayakan Anda sebagai seorang kandidat. Apakah itu untuk tujuan pekerjaan, studi maupun pengajuan beasiswa.
Secara sederhana, motivation letter dapat dipahami sebagai surat yang menunjukkan bahwa Anda adalah kandidat yang tepat. Dalam mengajukan beasiswa ke luar negeri misalnya, motivation letter dapat dipakai untuk menjelaskan mengenai prestasi, kualifikasi hingga alasan Anda layak diberikan kesempatan.
Umumnya informasi yang dicantumkan pada motivation letter bersifat praktis dan teknis, seperti pencapaian, kualifikasi, dan cita-cita Anda terkait program beasiswa yang akan diikuti.
Struktur Motivation Letter
Seperti dokumen pada umumnya, motivation letter juga memiliki struktur penulisan tersendiri. Berikut apa saja isi motivation letter yang perlu Anda perhatikan, yaitu:
1. Pembuka
Anda bisa memperkenalkan diri sebagai pembuka motivation letter. Diawali dengan salam, perkenalan diri, dan alasan Anda menulis motivation letter tersebut. Sesuaikan informasi yang Anda berikan dengan tujuan atau program yang ingin diikuti.
2. Isi
Bagian penting dalam motivation letter yang sebaik ditulis lebih panjang, lugas dan informatif. Anda bisa mengisi bagian ini dengan menceritakan pengalaman, prestasi, motivasi, keterampilan, tujuan serta rencana masa depan yang bisa dikaitkan dengan program beasiswa yang Anda inginkan.
3. Penutup
Sebagai closing statement atau penutup, Anda bisa menekankan kembali kenapa Anda merupakan kandidat yang tepat, dan alasan yang menguatkan penerima untuk memilih Anda dalam program beasiswa yang Anda inginkan.
Tips Membuat Motivation Letter
Anda perlu memahami cara membuat motivation letter sebagai salah satu cara kuliah di luar negeri, berikut tips penulisan yang bisa Anda ikuti:
1. Fokus pada Hal Penting
Perlu diingat bahwa ada batasan panjang motivation letter yang bisa Anda tulis. Sebaiknya fokus pada hal-hal penting yang berkaitan dengan program beasiswa yang diinginkan. Sehingga informasi yang diberikan dapat menggambarkan Anda sebagai kandidat yang tepat.
2. Kenali Universitas Tujuan
Agar dapat lebih meyakinkan, Anda perlu mengenali universitas yang menjadi tujuan Anda mengirimkan surat ini. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah memberikan nilai-nilai atau informasi yang sesuai dengan universitas tersebut. Hal yang sama juga berlaku ketika Anda mengajukan beasiswa ke luar negeri.
3. Sertakan Bukti Pendukung
Setiap pencapaian atau kualifikasi yang Anda sertakan, sebaiknya diikuti dengan bukti pendukung. Hindari menggunakan informasi yang berdasarkan pada opini pribadi. Bukti yang digunakan tidak selalu berupa dokumen, tetapi bisa dengan keterangan yang mendukung kualifikasi atau pencapaian Anda.
Selain digunakan untuk mengajukan beasiswa, motivation letter juga bisa digunakan untuk proses masuk kampus luar negeri, termasuk universitas di Jerman. Jadi, pastikan Anda menyusun motivation letter ini dengan baik, dan selalu baca kembali sebelum Anda mengirimkannya pada penerima.
Sekarang waktunya menyiapkan motivation letter terbaik Anda, dan pastikan semua informasi yang diberikan sesuai dengan tujuan atau penerima. Sehingga Anda bisa menjadi kandidat paling tepat untuk program beasiswa atau universitas luar negeri yang Anda inginkan.


