Melihat betapa besarnya peran teknologi digital dalam kehidupan, terutama dalam dunia pendidikan, maka peserta didik juga harus diberikan bekal agar lebih siap menghadapinya. Karena itulah, dihadirkan mata pelajaran coding dan AI di jenjang SMA. Artikel ini akan membahas tentang materi yang biasanya dipelajari serta bentuk implementasinya.
Apa Itu Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial?
Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) adalah mata pelajaran yang diusung oleh Kemendikdasmen sebagai langkah untuk mempersiapkan peserta didik yang lebih memahami era digital. Kebijakan ini dibuat agar mata pelajaran coding dan AI terintegrasi ke dalam sistem pendidikan dasar dan menengah.
Status KKA dalam Kurikulum SMA
Saat ini, status KKA dalam kurikulum SMA adalah sebagai mata pelajaran pilihan dengan alokasi berbeda tiap tingkatan kelas SMA. Untuk SMA kelas 10, alokasi waktu 2 jam per minggu. Sementara itu, untuk SMA kelas 11-12 dapat ditingkatkan hingga 5 jam lalu SMK kelas 11-12 hingga 4 jam.
Tujuan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial
Diharapkan melalui pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial ini keterampilan esensial peserta didik seperti berpikir komputasional, algoritma pemrograman, analisis data, dan pemahaman etika KA dapat berkembang dengan baik.
Materi yang Dipelajari Siswa SMA
Berikut adalah materi yang dipelajari dalam mata pelajaran koding dan kecerdasan artifisial:
Berpikir Komputasional
Dalam materi ini, akan dibentuk kerangka berpikir sistematis siswa untuk menyelesaikan suatu permasalahan kompleks. Ini dilakukan melalui kegiatan pengintegrasian logika, kreativitas berdasarkan data, dan analisis untuk memecahkan permasalahan lintas bidang.
Algoritma dan Pemrograman
Mempelajari terkait cara membaca dan memahami instruksi dengan tepat, memahami pemrograman secara bertahap, mengembangkan solusi, serta menyusun instruksi yang logis dan sistematis.
Analisis dan Pengolahan Data
Diajarkan bagaimana caranya menstrukturkan, menginput, menganalisis, membuat keputusan, mengambil kesimpulan, memprediksi, serta menyajikan data dengan analisis yang tepat dan bermakna.
Dasar Kecerdasan Artifisial
Memperkenalkan peserta didik tentang prinsip dan bagaimana AI dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya siswa sudah memiliki pemahaman dasar tentang cara kerja AI dan cara memanfaatkanya kecerdasan artifisial untuk pelajar dengan bijak.
Etika dan Keamanan Penggunaan AI
Membahas bagaimana cara menggunakan media dan teknologi AI dengan benar dan bertanggungjawab. Sebab, ini berkaitan dengan perlindungan terhadap privasi dan keamanan data pribadi, menghindari hoaks, dan menggunakan AI sebagai sistem pendukung, bukan sumber utama.
Bentuk Penerapan KKA di Sekolah
Nah, untuk penerapan KKA di sekolah berbeda-beda dan disesuaikan dengan jenjang pendidikannya. Untuk KKA di SMA sendiri, penerapannya difokuskan pada bahasa pemrograman visual seperti Scratch dan teks seperti Python. Di samping itu, juga ada tantangan untuk pengembangan proyek AI sederhana untuk melatih sekaligus menguji kemampuannya.
Sementara itu untuk aktualisasinya bisa lewat berbagai cara. Pertama, intrakurikuler, artinya diintegrasikan langsung ke dalam mata pelajaran (kurikulum pendidikan dasar). Kedua, kokurikuler yakni lewat kegiatan tambahan di luar pelajaran utama yang tertera di kurikulum. Terakhir, melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti klub koding ataupun klub robotik.
Jika Anda tertarik untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang ini, SMA Dwiwarna Boarding School adalah salah satu sekolah unggul yang memiliki program ekstrakurikuler coding dan robotik.
Kompetensi yang Diperoleh Siswa
Khusus siswa SMA, kompetensi yang akan diperoleh dari mata pelajaran ini diantaranya adalah kemampuan untuk merancang program teks kompleks dengan fungsi dan modul, membuat produk digital yang lebih kompleks, dan membuat program teks untuk simulasi nyata. Selain keahlian di atas, kemampuan lainnya seperti berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif juga akan meningkat.
Sarana yang Dibutuhkan Sekolah
Untuk penerapan mata pelajaran ini, sekolah akan menggunakan pendekatan program-based learning, project-based learning, inkuiri, dan graminasi. Sementara itu untuk media yang dibutuhkan dan disediakan oleh sekolah adalah perangkat digital, modul interaktif, dan platform online. Lalu untuk alat non digitalnya adalah kartu dan papan.
Selain perangkat di atas, sekolah juga harus mempersiapkan guru yang memiliki kompetensi dalam mengajar koding dan pelajaran AI di sekolah. Nah, guru-guru dapat dilatih melalui bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan berbasis Learning Management System (LMS).
FAQ Koding dan Kecerdasan Artifisial
1. Apakah Koding dan Kecerdasan Artifisial wajib di SMA?
Tidak, melainkan bagian dari mata pelajaran pilihan yang diintegrasikan ke sistem kurikulum pendidikan dasar.
2. Apa saja materi KKA?
Berpikir komputasional, algoritma dan pemrograman, analisis dan pengolahan data, dasar kecerdasan artifisial, serta etika dan keamanan penggunaan AI.
3. Apakah siswa harus sudah bisa coding?
Tidak harus, tetapi melalui pembelajaran KKA diharapkan siswa sudah memiliki pemahaman dasar tentang coding dan mendapatkan manfaat belajar coding meski hanya di tingkat dasar. Sehingga ini juga menjadi nilai plus bagi siswa karena secara tidak langsung mereka sudah dibekali dengan kemampuan berpikir logis, problem solving, dan pemahaman pentingnya literasi digital AI. Sebagaimana kita ketahui itu merupakan bekal dasar yang harus dimiliki sebelum memulai pendidikan lanjutan maupun dunia kerja yang berhubungan dengan pemrograman atau coding.
4. Apa perbedaan pelajaran KKA dan ekskul coding?
KKA adalah mata pelajaran yang menggabungkan antara kemampuan coding dan kecerdasan artifisial dalam pembelajarannya. Jadi, disini juga diajarkan bagaimana etika penggunaan teknologi tersebut. Sementara pada ekskul coding, kegiatannya berfokus pada pengembangan kemampuan dan keterampilan coding siswa secara mendalam. Jadi, keduanya sangat berbeda terutama dari segi output yang dihasilkan setelah pembelajaran dilakukan.
5. Apakah penggunaan AI juga membahas etika?
Tentu saja, etika adalah salah satu materi penting dalam pembelajaran kecerdasan artifisial. Siswa tidak hanya dipaparkan bagaimana cara menggunakan AI dalam keseharian tetapi juga bagaimana dapat menggunakannya dengan benar serta beretika. Misalnya menggunakan AI secara jujur dan menghindari plagiarism lalu memverifikasi kembali informasi yang dihasilkan AI dengan sumber yang tervalidasi.




