Tindakan bullying jadi salah satu masalah yang harus diperhatikan bersama. Sebab efek dari perilaku ini tidak hanya merugikan bagi korban, tetapi juga orang-orang di sekitarnya, termasuk yang melakukan aksi tersebut. Untuk itu, perlu kesadaran bersama untuk menekan dan mencegah kasus bullying yang makin marak terjadi.
Mungkin masih banyak yang belum memahami apa itu bullying, kenapa hal ini sangat merugikan, dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi serta mencegah bullying, terutama di lingkungan sekolah.
Apa Itu Bullying?
Secara sederhana, bullying adalah tindakan berupa perilaku menyakiti, merendahkan atau menindas orang lain yang dilakukan secara sengaja dan berulang kali. Aksi bullying paling sering ditemukan terjadi pada anak remaja, terutama di lingkungan sekolah dan pertemanan.
Melihat dari efeknya, perilaku bullying dapat memberikan dampak buruk terhadap korban maupun pelaku bullying.
Selain itu perlu dipahami pula bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik maupun verbal, tapi juga dapat terjadi dalam bentuk lainnya, seperti ejekan, menyebarkan gambar atau video pribadi milik orang lain hingga perundungan yang menargetkan ras, suku, agama, atau orientasi seksual serta latar belakang lainnya.
5 Langkah Mencegah Bullying
Untuk menekan perilaku bullying di lingkungan terdekat, berikut beberapa langkah mencegah bulliying di lingkungan sekolah yang bisa dilakukan, antara lain:
1. Ciptakan Kultur yang Aman
Pihak sekolah serta orang tua perlu menciptakan kultur yang aman dan nyaman bagi anak-anak, terutama dalam hal interaksi anak dengan lingkungan di sekitarnya. Dengan begitu, siswa dapat berinteraksi dengan baik bersama teman-temannya, dan mengurangi potensi terjadinya bullying.
2. Ajarkan Problem Solving
Baik orang tua maupun guru perlu mengajarkan anak serta siswa untuk mencari solusi dari sebuah masalah. Ketika siswa mengalami masalah dengan temannya, mereka sebaiknya dilatih menyelesaikan masalah dengan pendekatan musyawarah, sehingga menghindari terjadinya kekerasan.
3. Berikan Konseling bagi Korban
Sekolah perlu mengaktifkan kembali bimbingan konseling bagi siswa, khususnya bagi anak-anak yang menjadi korban perundungan. Dengan begitu, sekolah bisa melakukan pendekatan pada siswa yang mengalami trauma, minder dan merasa takut bersosialisasi dengan orang lain di sekitarnya.
4. Memberikan Kasih Sayang
Tidak dipungkiri bahawa korban atau pelaku bullying berasal dari anak-anak yang kekurangan kasih sayang orang tua. Maka dari itu, penting untuk menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang terhadap anak, dan dilakukan sejak dini.
5. Berikan Sanksi Tegas
Langkah yang tidak kalah penting untuk mengatasi dan mencegah bullying adalah memberikan sanksi tegas. Sekolah dan orang tua bisa memberikan sanksi atau hukuman pada anak yang terbukti melakukan perundungan, sehingga hal tersebut memberikan efek jera, dan membuat mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Hal-hal di atas tidak hanya ditujukan untuk menekan tindakan serta perilaku perundungan, tetapi juga dapat diterapkan untuk mengatasi kenakalan remaja agar tidak membawa dampak negatif, khususnya bagi mereka sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Salah satu alasan seseorang melakukan perundungan adalah ingin mendapat perhatian, dan diakui setiap apa yang dilakukannya.
Jika orang tua dan lingkungan sekolah dapat memberikan hal tersebut, maka bukan tidak mungkin kita dapat menekan tindakan menyimpang seperti supaya tidak menimbulkan korban, dan menyebabkan masalah yang lebih besar lagi.


