Pentingnya Literasi Digital untuk Siswa SMA: 7 Alasan Kuat

Pentingnya literasi digital bukan sekedar memastikan apakah siswa tahu cara menggunakan teknologi atau tidaknya. Tetapi, juga termasuk keterampilan atau cara siswa dalam memahami, menyaring, hingga memanfaatkan informasi digital secara cerdas. 

Artikel ini akan membahas bagaimana pentingnya literasi digital serta pengintegrasiannya ke pembelajaran STEM dan persiapan karir. 

Definisi Literasi Digital

Literasi digital merupakan kemampuan seseorang untuk memahami, menyaring, menggunakan, serta, memanfaatkan teknologi digital untuk memperoleh informasi secara secara aman, bijak, dan bertanggung jawab

4 Pilar Literasi Digital

Menurut Kominfo ada 4 pilar literasi digital yang harus dipahami, diantaranya:

1. Digital Skill

Pertama, digital skill atau kecakapan digital yang menekankan pada kemampuan dasar dan lanjutan dalam penggunaan perangkat dan aplikasi digital. Contoh, penggunaan smartphone, komputer, aplikasi, dan internet. 

2. Digital Culture

Menekankan pada pemahaman bagaimana seseorang bersikap, bertindak, dan berinteraksi dengan baik di dunia digital. Contohnya, tidak menyebarkan hoax ataupun ujaran kebencian di media sosial.

3. Digital Ethics

Dalam dunia digital, juga ada etika digital yang harus dipahami saat menggunakan teknologi. Misalnya, tidak melakukan plagiarisme, menghargai hak cipta, dan tidak menyalahgunakan data atau informasi. 

4. Digital Safety

Keamanan digital adalah hal terpenting yang harus terjaga, terutama terhadap data pribadi dan selama penggunaan internet. Misalnya menggunakan verifikasi dua langkah, mengatur privasi di media sosial, hingga mengenali modus penipuan dan phishing. 

7 Alasan Pentingnya Literasi Digital untuk Siswa SMA

Lalu, kenapa sih siswa SMA juga dituntut agar memahami terkait literasi digital? Ini alasannya:

1. Kemampuan Cek Fakta dan Lawan Hoaks

Banyak beredar hoax yang banyak informasinya sulit dibedakan dengan berita asli. Maka itu, siswa harus belajar dan mampu membedakan mana yang fakta dan hoax. Misalnya, dengan verifikasi sumber dan berpikir kritis. 

2. Perlindungan Data dan Privasi

Hampir semua siswa sudah handal menggunakan internet. Namun, tanpa disadari, masih banyak yang tidak tahu bahwa data pribadi sebenarnya sangat rentan disalahgunakan, terutama bila tidak bisa menjaga privasinya dan mengatur keamanan akun. 

3. Produktivitas Belajar dan Tugas Kuliah

Banyak informasi yang bisa didapatkan dari internet. Ini tentu saja sangat menunjang kegiatan pembelajaran siswa untuk menemukan referensi yang lebih bervariasi serta menggunakan tools belajar bermanfaat. 

4. Kesiapan Karir Digital

Persiapan karir kedepannya yang berbasis teknologi sangat melimpah, misalnya di bidang data analysis, digital marketing, software development. Nah,literasi digital akan membantu siswa untuk menemukan prospek yang tepat untuk dirinya. 

5. Etika Bermedia Sosial

Siswa perlu paham bahwa tidak semua hal harus diposting ke dunia maya. Jejak digital itu sifatnya permanen, meski sudah dihapus kadang masih terdapat back up data yang justru sangat berbahaya. Jadu, pahami etika menggunakan sosial media dengan cerdas. 

6. Kemampuan Kolaborasi Daring

Sejak pandemi, kolaborasi daring menjadi sangat diminati, terutama bila siswa ingin membuat sebuah project namun terhalang dengan jarak. Aplikasi online seperti Zoom, Ms Team, dan Google Meet sangat membantu siswa untuk hal ini. 

7. Dasar Pemrograman dan AI

Jika ingin masuk ke dunia pemrograman dan AI, sangat wajib untuk memahami literacy digital. Ini menjadi fondasi dasar agar Anda bisa bergabung ke dunia STEM tersebut. 

Tantangan Literasi Digital di Era AI

Di satu sisi, AI memang sangat membantu siswa untuk menemukan referensi yang tepat ataupun mencari pengetahuan baru. Meski informasi yang disediakan sangat melimpah, sayangnya tidak semua informasi tersebut benar. 

Ini karena AI menggunakan big data untuk memberikan informasi, sehingga ada risiko kesalahan yang mungkin tidak dapat diverifikasi oleh siswa. Maka itu, siswa sangat dituntut agar dapat berpikir kritis dan mengecek serta tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapatkan dari hasil AI. 

Cara Siswa SMA Membangun Literasi Digital

Agar siswa semakin paham seperti apa literasi digital yang dimaksud disini, maka dapat dibangun melalui cara-cara berikut:

Ikut Pelatihan Coding dan Desain

Pertama, bisa ikuti pelatihan coding dan desain. Sebenarnya, output yang diharapkan bukan terpaku pada keandalan siswa dalam ngoding. Tetapi, manfaat yang diperoleh. Sebab mereka akan dilatih untuk berpikir kritis dan juga memahami teknologi lebih dalam. Ikut ekskul robotika juga bisa melatih siswa berpikir kritis. 

Baca Sumber Terverifikasi

Semua informasi dari internet harus difilter terlebih dahulu. Karena itu, biasakan siswa untuk mengakses sumber dari laman resminya, seperti media kredibel atau jurnal resmi. 

Praktik Verifikasi Berita

Siswa harus diajarkan agar lebih mahir dalam menganalisis informasi. Misalnya, praktik verifikasi berita dengan cross-check lewat sumber lain atau manfaatkan tools fact checking online. 

Peran Sekolah dan Orang Tua

Sekolah berperan untuk mengintegrasikan literasi digital ke dalam pembelajaran, sehingga siswa paham bagaimana caranya menggunakan teknologi digital yang tepat. Kemudian, juga mengajarkan siswa bagaimana cara menganalisis informasi dan mengecek kebenaran/fakta tertentu.

Sementara, tugas orang tua adalah mengawasi penggunaan teknologi yang produktif bagi anak. Orang tua juga perlu membatasi penggunannya bila sudah ketergantungan apalagi sampai mempengaruhi pembelajaran di sekolah. 

Literasi digital adalah pintu awal agar lebih lancar saat berselancar di dunia pendidikan STEM dan persiapan karir kedepannya. 

SMA Dwiwarna Boarding School telah menyediakan pendidikan teknologi informasi yang komprehensif. Ini membantu siswa untuk memahami pentingnya literasi digital. Kurikulum ini tentu menjadi salah satu pertimbangan orang tua untuk daftar boarding school ini. 

Ringkasan:

  1. Literasi digital = bukan sekadar pakai teknologi. Ini mencakup kemampuan memahami, menyaring, dan menggunakan informasi digital secara kritis, aman, dan etis (berdasarkan 4 pilar: skill, culture, ethics, safety).
  2. Penting untuk belajar, keamanan, dan masa depan karir. Literasi digital membantu siswa melawan hoaks, melindungi data pribadi, belajar lebih produktif, hingga siap menghadapi karir berbasis teknologi.
  3. Harus dilatih sejak SMA dengan dukungan lingkungan. Bisa dibangun lewat kebiasaan verifikasi informasi, belajar coding/desain, serta peran aktif sekolah dan orang tua dalam membimbing penggunaan teknologi.

FAQ 

1. Apa itu literasi digital?

Literasi digital adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi digital secara kritis dan etis. 

2. Apa 4 pilar literasi digital? 

Digital skill, digital culture, digital ethics, and digital safety. 

3. Mengapa literasi digital penting bagi siswa SMA?

Siswa perlu memfilter informasi, melindungi data pribadi, dan siap menghadapi karir digital yang makin dominan.

4. Apakah literasi digital hanya soal penggunaan sosial media dan internet?

Tidak, literasi digital juga mencakup bagaimana seseorang dapat berpikir kritis, menilai fakta/hoax, menjaga keamanan data, dan beretika dalam penggunaannya. 

5. Apa akibatnya bila siswa tidak punya literasi digital?

Mudah terbawa arus negatif, terpengaruh hoax, data pribadi tidak aman, tidak siap menghadapi dunia kerja yang berkaitan dengan digital.

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp