Kesehatan Mental Remaja: Alasan Penting dan Cara Menjaganya

Kesehatan mental jadi salah satu isu penting, khususnya di kalangan remaja. Akses informasi yang makin cepat, dan keterbukaan informasi lewat sosial media, tak jarang mempengaruhi mental seseorang. Tak terkecuali remaja yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan emosional.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kesehatan mental yang buruk dapat memberikan dampak negatif seperti perubahan perilaku, gangguan kesehatan fisik, penurunan prestasi akademik, sulit bersosialisasi hingga gangguan kesehatan serius.

Mengapa menjaga kesehatan fisik dan mental penting bagi remaja? Karena keduanya saling menopang: tubuh yang bugar menstabilkan suasana hati, dan kondisi mental yang baik membuat remaja mampu menjaga pola tidur, makan, serta aktivitas fisiknya. Ketika salah satunya terganggu, prestasi belajar, hubungan dengan teman, dan kesehatan secara umum ikut terpengaruh.

Datanya menunjukkan masalah ini tidak kecil. Survei Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 yang dirilis Universitas Gadjah Mada menemukan satu dari tiga remaja Indonesia berusia 10 sampai 17 tahun mengalami masalah kesehatan mental, setara 15,5 juta remaja, dan satu dari dua puluh remaja mengalami gangguan mental dalam 12 bulan terakhir. Gangguan yang paling banyak muncul adalah gangguan cemas 3,7 persen, disusul depresi mayor 1,0 persen. Yang mengkhawatirkan, hanya 2,6 persen remaja dengan masalah kesehatan mental yang memakai layanan konseling atau fasilitas kesehatan.

Alasan Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Remaja

Agar kita semakin sadar untuk mengenali mental health sejak dini, berikut beberapa alasan mengapa kesehatan mental penting bagi remaja, antara lain:

1. Mengontrol Emosional

Mengalami perasaan kecewa dan kesal pada remaja adalah hal yang normal. Namun bagi beberapa orang dengan kondisi mental yang kurang baik, ini bisa menjadi masalah serius. Untuk itu perlu dicarikan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Sehingga setiap kali perasaan tersebut muncul, kita bisa bangkit dengan lebih cepat.

2. Lebih Bahagia

Kondisi mental yang baik akan membuat seseorang merasa bahagia, selalu positif dan senang dalam menjalani hidup. Mereka bisa menghargai hal-hal kecil, bersyukur atas pencapaian yang diraih, dan selalu memberikan energi positif bagi orang-orang di sekitarnya.

3. Lebih Percaya Diri

Kualitas mental health remaja yang baik juga dapat berperan meningkatkan kepercayaan diri. Dengan rasa percaya diri yang baik, ia bisa belajar dengan lebih giat, mengerjakan segala sesuatu dengan lebih semangat, hingga akhirnya bisa meraih berbagai pencapaian yang membanggakan.

4. Aktif Berkegiatan

Disamping seorang anak memiliki karakter introvert atau ekstrovert, kemauan mereka dalam mengikuti kegiatan sosial juga bisa jadi penanda bahwa ia memiliki kesehatan mental yang bagus. Aktif berkegiatan membuat mereka mampu berinteraksi dengan orang lain, merasa diakui, dan mereka dapat berperan dalam sebuah kelompok atau komunitas.

5. Senang Membantu Orang Lain

Remaja dengan kesehatan mental yang baik, cenderung memiliki motivasi yang tinggi. Terutama dalam hal membantu orang lain, dan bermanfaat bagi orang lain atas setiap yang mereka lakukan. Mereka senang menjadi bagian dari suatu kelompok, dan berkontribusi secara positif untuk kelompok tersebut.

6. Menghindari Depresi

Kesehatan mental yang terus menurun seringkali membuat seorang remaja merasa stres, depresi dan kemudian berdampak pada kesehatannya secara menyeluruh. Aktif berkegiatan dan selalu berada di lingkungan yang positif, dapat menjaga anak selalu dalam kondisi mental yang sehat.

Tanda Kesehatan Mental yang Baik pada Remaja

Seorang remaja bisa disebut memiliki kondisi mental yang baik ketika mereka memiliki tanda berikut:

  • Selalu merasa bahagia.
  • Memiliki hubungan sosial yang baik.
  • Mampu mengatasi masalah.
  • Memiliki hobi yang memunculkan perasaan senang.
  • Memiliki rasa percaya diri yang baik.

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Ada beberapa cara menjaga kesehatan mental remaja yang bisa dilakukan, seperti menciptakan lingkungan yang nyaman untuk bercerita, memberikan kesempatan untuk berinteraksi dan berkegiatan, mengikuti MPLS bagi yang memasuki lingkungan sekolah baru, dan memberikan akses pada profesional jika ditemukan tanda-tanda bahwa anak tersebut mengalami masalah kesehatan mental.

Dukungan Sekolah untuk Kesehatan Mental Siswa

Hasil I-NAMHS juga mencatat 38,2 persen pengasuh memilih mengakses layanan kesehatan mental remaja lewat sekolah. Artinya, sekolah berperan besar sebagai pintu pertama, bukan sekadar tempat belajar.

Di SMA Dwiwarna, dukungan itu masuk ke rutinitas harian. Jadwal asrama mengunci pola tidur dan aktivitas: bangun pukul 04.30 untuk shalat Tahajud, shalat berjamaah lima waktu, makan tiga kali sehari dari menu yang disusun ahli gizi, olahraga dan ekstrakurikuler pukul 16.00 sampai 17.30, lalu istirahat pukul 22.00. Layanan kesehatan siswa tersedia di lingkungan sekolah, dan DW Cafe serta Sport Center dipakai sebagai ruang jeda sosial.

Kegiatan yang menopang kondisi mental juga berjalan rutin: seminar Bijak Bermedia Sosial, pelatihan Manner and Grooming, sesi Public Speaking, kunjungan ke panti asuhan dan panti werdha, serta barbeque time dan Liga Asrama sebagai waktu berkumpul antar angkatan. Ketika ada tanda yang mengkhawatirkan, langkah berikutnya adalah merujuk siswa ke tenaga profesional.

Itulah sedikit penjelasan mengenai pentingnya kesehatan mental bagi remaja. Kesehatan mental seseorang tidak hanya perlu menjadi perhatian secara pribadi, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Dengan memahami isu kesehatan mental, kita bisa membantu orang lain menjaga serta meningkatkan kesehatan mental mereka.

Sebab kesehatan mental dapat berpengaruh dalam banyak hal, termasuk prestasi akademik, hubungan sosial dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

 

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp