Perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia sudah sangat sering dilakukan. Terakhir, kurikulum 2013 diganti menjadi kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka ini diterapkan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Transisi dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka membutuhkan waktu yang cukup lama hingga semua sekolah siap menerapkannya. Banyak informasi tentang kurikulum merdeka yang harus Anda ketahui. Struktur kurikulum merdeka SMA menjadi informasi penting yang harus diketahui.
Apa Itu Kurikulum Merdeka?
Pengertian kurikulum merdeka adalah kurikulum yang memberikan kebebasan kepada sekolah maupun guru untuk menentukan metode pembelajaran dan juga kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Tujuan dari kurikulum ini adalah untuk mengembangkan potensi serta minat belajar siswa dan mengurangi beban akademik.
Berikut beberapa karakteristik kurikulum merdeka yang perlu Anda ketahui:
- Lebih fokus pada materi esensial sehingga ada cukup waktu untuk melakukan pembelajaran yang mendalam
- Pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan juga karakter
- Guru bisa melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan siswa
- Guru atau tenaga pendidik memiliki kebebasan dalam memilih berbagai perangkat ajar
- Penilaian dilakukan menggunakan penilaian non akademik
Struktur Kurikulum Merdeka untuk Siswa SMA
Struktur kurikulum merdeka SMA dibagi menjadi 2 fase, yaitu fase E untuk kelas X dan juga fase F untuk kelas XI dan XII. Sementara tipe pembelajarannya dibagi menjadi dua yaitu pembelajaran intrakurikuler dan juga pembelajaran kokurikuler dengan alokasi waktu 30% dari total JP setahun. Rinciannya adalah sebagai berikut:
1. Struktur Kurikulum Merdeka Fase E (Kelas X)
Perlu Anda ketahui bahwasanya mata pelajaran IPA, yaitu Biologi, Kimia dan Fisika tidak dipisah per mata pelajaran. Namun, ketiganya terintegrasi sebagai mata pelajaran IPA. Hal ini juga berlaku pada mata pelajaran IPS.
Nantinya sekolah akan diberikan kebebasan dalam memilih pendekatan yang tepat untuk mengorganisasikan mata pelajaran tersebut.
Adapun pendekatan yang bisa dipilih yaitu:
- Integrasi pembelajaran antara IPA dan juga IPS
- Pembelajaran IPA dan IPS dilakukan secara bergantian dalam blok waktu yang terpisah
- Pembelajaran IPA dan IPS dilakukan secara paralel dengan cara pemisahan setiap mata pelajaran. Apabila memilih pendekatan ketiga, maka guru harus membuat pembelajaran inkuiri yang mengintegrasikan mata pelajaran IPA dan juga IPS.
2. Struktur Kurikulum Merdeka Fase F (Kelas XI dan XII)
Struktur kurikulum merdeka fase F ini dibagi menjadi lima kelompok utama mata pelajaran, antara lain sebagai berikut:
a. Kelompok Mata Pelajaran Umum
Kelompok mata pelajaran ini wajib diikuti oleh semua siswa SMA/MA
b. Kelompok Mata Pelajaran MIPA
Kelompok mata pelajaran ini terdiri dari Matematika, Kimia, Fisika, Biologi dan juga Informasi. Setiap sekolah diwajibkan untuk menyediakan minimal tiga mata pelajaran di kelompok mata pelajaran ini.
c. Kelompok Mata Pelajaran IPS
Terdiri dari mata pelajaran Geografi, Ekonomi, Antropologi dan Sosiologi. Sama seperti kelompok mata pelajaran MIPA, setiap sekolah juga diwajibkan untuk menyediakan minimal 3 mata pelajaran di kelompok ini.
d. Kelompok Mata Pelajaran Bahasa dan Budaya
Kelompok mata pelajaran ini bersifat pilihan. Hal ini berarti sekolah diberikan kebebasan untuk membuka kelompok mata pelajaran ini ataupun tidak. Bisa disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya manusia di sekolah.
e. Kelompok Vokasi dan Prakarya
Kelompok mata pelajaran ini juga bersifat pilihan atau opsional. Pengadaannya tergantung dengan ketersediaan sumber daya manusia di sekolah.
Nah itulah informasi tentang struktur kurikulum merdeka untuk siswa SMA. Diharapkan informasi diatas bisa memberikan gambaran untuk Anda agar lebih memahami struktur kurikulum merdeka SMA. Sudah ada banyak sekolah yang menerapkan kurikulum ini, salah satu SMA Dwiwarna (Boarding School).
SMA Dwiwarna (Boarding School) tidak hanya menerapkan kurikulum ini saja, tetapi juga sebagai motor penggerak pengimbasan kurikulum merdeka. Program ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu dalam pengembangan SDM, digitalisasi sekolah, pembelajaran kurikulum merdeka dan sebagainya.


