Perkenalan dalam bahasa Jepang (Jikoshoukai) adalah cara memulai interaksi dengan lawan bicara baru. Frasa ini wajib diucapkan sebelum ngobrol lebih lanjut. Budaya Jepang menekankan etik ini lewat Ojigi (membungkuk) sebagai tanda hormat.
Menariknya perkenalan dalam budaya Jepang ada yang namanya Ojigi. Budaya ini berupa membungkukan badan sebagai bentuk hormat. Adapun cara dan contoh memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang bisa Anda pahami pada pembahasaan di bawah.
Cara Memperkenalkan Diri dalam Bahasa Jepang
Belajar bahasa Jepang dimulai dengan materi sederhana, yaitu Jikoshoukai atau perkenalan. Terdapat tata cara khusus ketika melakukan perkenalan dalam budaya Jepang.
Mulai dari membungkukan badan atau ojigi, menggunakan frasa khusus dan cara menyerahkan kartu nama. Berikut ini cara memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang.
1. Membungkukan Badan ‘’Ojigi’’
Sebelum memulai perkenalan maka Anda harus melakukan ojigi atau membungkukan badan. Ojigi terdapat 3 jenis yaitu eshaku (membungkuk 15 derajat), keirei (membungkuk 30 derajat), dan seikeirei (membungkuk 45 derajat).
Ketiga jenis ojigi tersebut penggunaannya tergantung siapa lawan bicara. Jika lawan bicara sebaya menggunakan eshaku dan untuk kondisi formal lakukan ojigi keirei. Sedangkan untuk orang yang lebih tua atau status sosial tinggi gunakan seikeirei.
2. Memulai dengan Hajimemashite
Hajimemashite diucapkan saat pertama kali memulai perkenalan. Frasa ini memiliki arti senang bertemu dengan Anda
3. Menyebutkan Nama
Setelah mengucapkan ”Hajimemashite” selanjutnya sebutkan nama Anda. Misalnya, ”Watashi no namae wa Inoue desu.”
Jika ingin menyebutkan nama lengkap maka nama keluarga harus Anda ucapkan paling awal. Contohnya, ”Watashi no namae wa Suzuki Inoue desu.”
Watashi = saya
namae = nama
4. Mengakhiri Perkenalan
Perkenalan dalam bahasa Jepang diakhiri dengan frasa ”Yoroshiku onegaishimasu”. Frasa tersebut memiliki arti mohon bantuannya atau senang bertemu dengan Anda.
5. Cara Menyerahkan Kartu Nama
Menyerahkan kartu nama dalam budaya meishi koukan (bertukar kartu nama) terdapat aturannya tersendiri. Jika Anda yang bertamu maka harus inisiatif yang pertama menyerahkan kartu nama.
Setelah itu, baru memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama perusahaan. Bisa juga diiringi dengan bagian divisi, menyesuaikan dengan situasi Anda.
Contoh Perkenalan dalam Bahasa Jepang
Sebagai gambaran perkenalan dalam bahasa Jepang, berikut ini beberapa contoh yang dapat Anda gunakan.
1. Perkenalan di Kelas dengan Teman
Hajimemashite. Watashi no namae wa Minamoto Akira desu. Yoroshiku onegaishimasu.
Artinya: Perkenalkan. Nama saya Akira Minamoto. Senang bertemu dengan Anda.
2. Perkenalan dengan Guru
Tidak beda jauh dengan memperkenalkan diri secara umum, berikut ini perkenalan dengan guru.
Ohayou gozaimasu, sensei. Watashi no namae wa Sasaki Shiro desu. Yoroshiku onegaishimasu.
Artinya: Selamat pagi, sensei. Perkenalkan saya Shiro Sasaki. Senang bertemu dengan Anda.
3. Memperkenalkan Diri dengan Kolega atau Bisnis
Hajimemashite. ABC no Tania tomoshimasu. Yoroshiku onegaishimasu.
Artinya: Perkenalkan. Saya Tania dari perusahaan ABC. Senang bertemu dengan Anda.
4. Berkenalan dengan Teman Kantor
Ohayou gozaimasu. Watashi wa Tanaka Yanagi desu. Ima kara, yoroshiku onegaishimasu.
Artinya: Selamat pagi. Saya Yanagi Tanaga. Mohon bantuannya dari sekarang.
5. Perkenalan dengan Menyebutkan Asal Tempat Tinggal
Hajimemashite. Watashi no namae wa Jasmine desu. Indonesia kara kimashita. Yoroshiku onegaishimasu.
Artinya: Perkenalkan. Nama saya Jasmine. Saya dari Indonesia. Senang bertemu dengan Anda.
6. Contoh Perkenalan Lengkap Data Diri
Konnichiwa. Hajimemashite. Watashi no namae wa Hana desu. Osaka kara kimashita. Ima 18 sai desu. Ongaku ga suki desu. Yoroshiku onegaishimasu.
Artinya: Selamat siang. Perkenalkan. Saya Hana dari Osaka. Usia saya 18 tahun. Saya suka musik. Senang bertemu dengan Anda.
7. Jikoshoukai Menyebutkan Hobi
Hajimemashite, minasan. Watashi no namae wa Keisha Salsabila desu. 2 nensei no koukousei desu. Watashi no shumi wa anime wo miru desu. Yoroshiku onegaishimasu.
Artinya: Semuanya perkenalkan. Nama saya Keisha Salsabila. Saya murid kelas 2 SMA. Hobi saya menonton anime. Senang bertemu dengan Anda.
Perkenalan dalam bahasa Jepang adalah keterampilan dasar yang perlu dikuasai sebelum melanjutkan ke materi percakapan lanjut. Penguasaan tujuh contoh perkenalan di atas (di kelas, dengan guru, dengan kolega, dengan teman kantor, dengan menyebut asal tempat tinggal, dengan data diri lengkap, dan dengan menyebut hobi) memberi siswa fondasi untuk bertukar identitas dalam situasi formal maupun informal.
SMA Dwiwarna Boarding School menjalankan program multibahasa dengan enam bahasa asing yang diajarkan: Inggris, Jerman, Jepang, Mandarin, Korea, dan Arab. Kelas Bahasa Jepang dipandu oleh guru bersertifikasi dengan kurikulum yang mencakup Hiragana, Katakana, Kanji dasar, percakapan sehari-hari, dan budaya Jepang termasuk Ojigi (etika membungkukkan badan).
Untuk memperdalam praktik, SMA Dwiwarna menyediakan program homestay dan kerjasama pertukaran pelajar dengan sekolah mitra di Jepang. Siswa berkesempatan menerapkan perkenalan langsung dengan keluarga angkat Jepang, guru sekolah lokal, dan teman sebaya, pengalaman yang sulit didapat lewat belajar online.
SMA Dwiwarna adalah Islamic Boarding School unggulan di Bogor Jawa Barat dengan Akreditasi A (98) BAN-S/M, Sekolah Penggerak Kemendikbudristek, dan SMA Unggul Garuda Transformasi 2026 Kemdiktisaintek.
Tertarik SMA dengan kelas Bahasa Jepang dan program homestay di Jepang? Daftar PPDB SMA Dwiwarna Boarding School di https://www.smadwiwarna.sch.id/form-registration/.



