Bagaimana Pelaksanaan Sikap Toleransi di Sekolah? Ini Contohnya

Apakah kamu pernah merasa ingin selalu menang saat berdebat dengan teman di sekolah? Jika jawabannya ya, mungkin kamu perlu mempertimbangkan kembali bagaimana sikap toleransi diterapkan dalam interaksi sehari-hari.

Terlalu sering berdebat dan bersikeras dengan pendapat sendiri bisa menjadi indikasi dari kurangnya sikap toleransi. Ditambah lagi, sikap dominan dan ingin selalu menang bisa menjadi salah satu cikal bakal perilaku negatif, seperti bullying di sekolah.

Bullying di sekolah dapat berakar dari ketidakmampuan menghargai perbedaan dan menunjukkan sikap toleransi. Toleransi sendiri adalah kemampuan untuk menghargai dan menerima perbedaan, baik itu berdasarkan ras, suku, agama, budaya, bahasa, maupun pendapat.

Di lingkungan sekolah, di mana kamu berinteraksi dengan beragam individu, memahami dan menerapkan sikap toleransi adalah kunci untuk menciptakan suasana belajar yang harmonis dan menghindari konflik.

Contoh Sikap Toleransi di Sekolah

Sikap toleransi di sekolah wajib kamu kembangkan supaya dapat hidup berdampingan dengan orang lain yaitu teman dan guru. Toleransi adalah sikap yang positif dengan menerima perbedaan pada orang lain. Apa saja contoh pelaksanaan toleransi di sekolah yang dapat kamu lakukan? Inilah beberapa diantaranya:

1. Toleransi kepada Teman 

Sikap toleransi di lingkungan sekolah harus mulai kamu lakukan ketika bersama teman-teman. Toleransi dapat kamu lakukan mulai dari hal-hal kecil berikut ini:

  • Tidak memilih-milih dan membedakan teman.
  • Tidak bersikap kasar kepada teman seperti melakukan bullying atau perundungan.
  • Membantu teman mempelajari lagi materi yang belum dipahami.
  • Menawarkan bantuan kepada teman yang sedang mengalami masalah.
  • Melaksanakan jadwal piket harian kelas sesuai jadwal.
  • Menghargai pendapat teman yang lain.
  • Tidak mengenakan pakaian ataupun perhiasan yang berlebihan sehingga dapat memicu terjadinya kesenjangan sosial.
  • Tidak melakukan kegiatan atau aktivitas yang dapat mengganggu teman yang sedang melaksanakan ibadah.
  • Tidak bersikap sombong kepada teman lain.
  • Selalu mengutamakan kepentingan bersama saat mengambil keputusan.
  • Mencoba melerai teman yang sedang bertengkar tanpa membela salah satunya.
  • Bersikap penuh sportivitas dengan mengakui kelebihan teman yang lain.

2. Toleransi kepada Guru

Pelaksanaan sikap toleransi di sekolah tidak hanya terbatas kepada teman saja melainkan juga pada para guru. Bentuk pelaksanaan toleransi kepada guru antara lain:

  • Bersikap sopan dan penuh hormat.
  • Mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru di kelas dengan sebaik-baiknya.
  • Tidak membuat gaduh di kelas saat guru menyampaikan materi pelajaran.
  • Mengerjakan semua tugas yang diberikan guru sebaik mungkin.

3. Toleransi di Sekolah

Toleransi kepada teman ataupun pada guru seperti yang disebutkan di atas hanya bagian kecil dari lingkungan sekolah. Disamping bentuk toleransi yang telah disebutkan tadi kamu juga harus mengembangkan dan melatih sikap dalam skala lebih besar, yaitu lingkungan sekolah pada umumnya. Adapun contoh pelaksanaan toleransi di lingkungan sekolah adalah:

  • Mematuhi tata tertib dan peraturan yang ditentukan sekolah.
  • Tidak merusak sarana dan fasilitas sekolah karena bisa mengganggu kepentingan orang lain.
  • Menjaga lingkungan sekolah supaya tetap aman dan nyaman untuk belajar.
  • Selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Pelaksanaan sikap toleransi di sekolah wajib dikembangkan oleh siapa saja supaya tercipta kehidupan yang damai, aman dan nyaman. Jika suasana sekolah damai, aman serta nyaman maka proses belajar mengajar juga dapat berlangsung dengan lebih baik. 

Sebagai contoh adalah SMA Dwiwarna (Boarding School) yang memiliki siswa berasal dari berbagai daerah dengan segala perbedaannya. Namun dengan sikap toleransi yang selalu dikembangkan kehidupan di lingkungan sekolah menjadi kondusif sehingga mampu meraih banyak prestasi baik untuk siswa, guru maupun sekolah.

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp