Apa Saja Keterampilan Proses Sains? Ini yang Perlu Dipahami

Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, siswa diajarkan berbagai mata pelajaran yang masing-masing memiliki kekhasan dan pendekatan tersendiri. Sebagai contoh, mata pelajaran IPA memfokuskan diri pada apa itu sains dan bagaimana sains dapat digunakan dalam kehidupan nyata melalui keterampilan proses sains.

Apa itu sains? Sains adalah sistematisasi pengetahuan yang didasarkan pada fakta dan prinsip yang diamati, serta metodologi khusus yang digunakan untuk mempelajari alam semesta. (Lebih lengkapnya dapat cek artikel tentang “Pengertian Sains Menurut Para Ahli“.)

Dalam konteks pembelajaran, keterampilan proses sains adalah kumpulan keterampilan yang diterapkan oleh para ilmuwan saat melakukan penelitian ilmiah. Hal ini sering disebut juga sebagai keterampilan proses IPA.

Jadi, keterampilan apa saja yang termasuk dalam keterampilan proses sains dan perlu untuk dipahami?

6 Keterampilan Proses Sains yang Perlu Dipahami

Inilah beberapa keterampilan proses sains yang penting untuk dipahami: 

1. Mengamati

Mengamati atau observasi adalah keterampilan paling dasar pada sains. Observasi ini dilaksanakan dengan menggunakan kelima indera yang nantinya bisa dijadikan sebagai fakta empiris. 

Pengamatan atau observasi yang baik merupakan pondasi awal untuk mempelajari keterampilan proses lainnya. Contohnya siswa melakukan pengamatan mengenai gelas menggunakan kelima inderanya. 

2. Pengelompokan

Setelah melakukan observasi, siswa diharuskan untuk mengenal perbedaan, persamaan dan juga pengelompokan objek berdasarkan tujuannya. Dalam tahap ini, penting untuk membuat parameter tertentu yang bisa membantu memahami jumlah objek, jenis-jenisnya, peristiwa dan juga makhluk hidup di dunia. Contohnya siswa akan menggunakan alat timbangan dan mengurutkannya berdasarkan beratnya. 

3. Mengukur

Proses pengukuran penting untuk dilakukan ketika siswa sedang melakukan pengumpulan, pembandingan dan juga penafsiran data. Keterampilan ini akan membantu siswa dalam mengklasifikasikan dan mengkomunikasikan kepada orang lain. Parameter yang jelas harus digunakan untuk memahami dunia ilmiah. Contohnya siswa akan menggunakan stopwatch untuk mengetahui kecepatan lari orang lain. 

4. Berkomunikasi

Siswa juga harus berkomunikasi dengan orang lain. Dimana komunikasi sangat penting dilakukan, terutama untuk membagikan hasil penelitian kepada orang lain Komunikasi dalam hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara.

Cara ini misalnya tulisan, lisan, presentasi, media grafik, peta dan juga diagram. Untuk contohnya adalah dimana siswa akan membuat suatu grafik garis yang mengidentifikasikan hubungan antara kecepatan dan juga berat kelereng.

5. Menyimpulkan 

Kesimpulan adalah penjabaran yang didasarkan pada pengamatan. Keterampilan ini merupakan hubungan antara apa yang diamati dan juga apa yang telah dilakukan. Contohnya siswa akan menulis suatu kesimpulan pada akhir sebuah pengamatan.

6. Memprediksi

Prediksi merupakan tebakan atau ramalan yang berdasarkan pada pengamatan serta kesimpulan. Pengamatan yang dimaksud disini bisa berupa peristiwa atau kejadian yang diamati, bisa juga berupa pengetahuan yang sudah diteliti sebelumnya. Contohnya adalah siswa akan menulis suatu hipotesis mengenai pengaruh garam pada pembuatan telur asin. 

Indikator Keterampilan Proses Sains

Adapun indikator dari proses sains adalah sebagai berikut:

1. Mengamati (observasi)

Mengamati adalah aktivitas yang dilakukan dalam menghimpun informasi pada sebuah kejadian menggunakan indera. Proses ini dilakukan untuk mengeksplorasi banyak kejadian menggunakan inderanya sehingga informasi yang didapatkan sangat luas dan mendalam.

2. Menggolongkan (klasifikasi)

Menggolongkan adalah pengaturan yang digunakan untuk mengelompokkan sebuah entitas berdasarkan ciri-ciri yang sudah disepakati.

3. Interpretasi Pengamatan

Interpretasi atau menerjemahkan adalah sebuah langkah mengambil kesimpulan sementara dari informasi yang sudah dihimpun.

4. Memprediksi

Prediksi adalah perhitungan ke depan tentang suatu hal berdasarkan hasil informasi dari pengamatan yang sudah dilakukan.

5. Mengajukan Pertanyaan

Untuk memiliki skill bertanya, siswa bisa memulainya dengan bertannya tentang apa, mengapa dan bagaimana. Hal ini sangat berguna untuk mengetahui suatu penjelasan yang mempunyai latar belakang hipotesis.

6. Melakukan Hipotesis

Hipotesis adalah asumsi sementara dengan dasar informasi yang sudah terhimpun untuk menjelaskan suatu peristiwa atau penelitian.

7. Menyusun Percobaan atau Penelitian

Dalam pelaksanaan indikator ini, guru akan mengembangkan keterampilan siswa dalam melaksanakan percobaan. Caranya yaitu dengan menstimulasi para siswa dengan pertanyaan. Pertanyaan tersebut bisa berupa bagaimana cara menyusun percobaan? Atau apa yang harus dilakukan selanjutnya?

Selanjutnya siswa dituntut untuk tahu bagaimana cara memutuskan faktor apa saja yang mempengaruhi percobaan dan apa saja yang harus di observasi, diukur, dicatat beserta susunan kerjanya. Terakhir, sisa harus mengetahui cara membuat laporan. 

8. Memanfaatkan Bahan dan Alat

Cara memanfaatkan bahan dan alat adalah dengan melakukan praktek secara langsung menggunakan alat dan bahan tersebut. Hal ini akan membuat siswa mendapatkan pengalaman yang nyata.

9. Mempraktekan Konsep

Ketika siswa mempraktekkan sebuah konsep maka harus bisa memakai konsep yang sudah dipelajari ke dalam peristiwa baru. Selain itu, siswa menggunakan konsep pada peristiwa baru tersebut untuk menerangkan kejadian yang ada.

Kamu bisa baca tentang: Eksperimen Sains Sederhana.

10. Berkomunikasi

Kemampuan komunikasi ini berguna untuk mengetahui diagram, grafik maupun tabel dari hasil penelitian. Artinya siswa bisa menjelaskan hasil pengamatan yang dilakukan menggunakan diagram, grafik maupun tabel. 

Nah itulah informasi tentang 6 keterampilan proses sains yang perlu dipahami beserta indikator-indikatornya. Diharapkan dengan informasi diatas bisa membantu siswa untuk memahami Sains dengan mudah. Sebagai sekolah unggulan, SMA Dwiwarna (boarding school) juga memiliki berbagai fasilitas yang lengkap untuk menunjang pembelajaran sains. 

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp