Di Indonesia terdapat empat jenis sekolah yaitu sekolah nasional, sekolah swasta, Satuan Pendidikan Kerjasama atau yang akrab dengan sebutan sekolah nasional plus, dan sekolah internasional. Namun, apa bedanya sekolah nasional plus dan internasional?
Umumnya dikatakan Sekolah Nasional Plus (SNP) karena menggabungkan kurikulum nasional dan internasional. Walau begitu, ada beberapa perbedaan dengan sekolah internasional yang harus Anda ketahui.
Perbedaan Sekolah Nasional Plus dan Sekolah Internasional
Sekolah Nasional Plus (SNP) adalah jenis sekolah Indonesia yang menggunakan kurikulum nasional untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan mengadopsi kurikulum internasional untuk penunjang KBM.
Salah satunya penggunaan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar saat KBM berlangsung. Sedangkan sekolah internasional adalah sekolah yang hanya menggunakan kurikulum internasional. Adapun perbedaan Sekolah Nasional Plus dan Sekolah Internasional, diantaranya:
1. Akreditasi
SNP merupakan sebutan informal yang mana sekolah nasional di Indonesia menggunakan kurikulum internasional sebagai kurikulum tambahan. Ada juga yang menyebut sebagai RSBI kepanjangan dari Rintisan Sekolah Berstandar Internasional.
Perlu diketahui bahwa, tidak semua sekolah yang mengadopsi kurikulum nasional dan internasional mendapat julukan SNP. Hal ini karena untuk menggunakan kata “Plus” harus mendapatkan lisensi resmi.
Lisensi “Plus” dikeluarkan berdasarkan persetujuan organisasi Association Of National Plus Schools (ANPS) melalui akreditasi. Saat ini, ANPS sudah beralih nama menjadi Association of National and Private Schools.
2. Kurikulum
Sekolah internasional menggunakan salah satu kurikulum yang diakui secara global, seperti Kurikulum Cambridge, Kurikulum International Baccalaureate (IB), International Primary Curriculum (IPC), atau Singaporean Primary School Curriculum (SPC).
Untuk Sekolah Nasional Plus mengadopsi dua kurikulum nasional dan internasional. Kurikulum internasional yang digunakan bisa menggunakan Cumbridge Curcuuum atau IB sesuai dengan kebijakan dan tujuan pendidikan sekolah.
3. Tenaga Pendidik atau Guru
Dalam hal tenaga pendidik atau guru, baik Sekolah Nasional Plus (SNP) dan Sekolah Internasional memiliki guru internasional khusus. Hal ini bertujuan untuk mengasah kemampuan siswa dalam penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar.
Tidak hanya itu, penempatan guru dengan standar internasional membantu siswa terbiasa dengan sistem atau cara berpikir global. Dalam hal ini siswa akan terbiasa memiliki pola pikir aktif dan kritis.
4. Biaya Pendidikan
Biaya pendidikan berbeda menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah, akan tetapi biaya pendidikan SNP lebih terjangkau dari sekolah internasional khusus. Dengan begitu, SNP bisa menjadi alternatif orang tua untuk memberikan pendidikan terbaik.
Melalui Sekolah Nasional Plus anak akan mendapatkan pendidikan sesuai dengan ajaran pendidikan di Indonesia, karena masih ada pelajaran agama dan PPKN. Sekaligus mendapat pengetahuan lebih luas mengenai sistem pendidikan internasional.
5. Ekstrakulikuler Beragam
Pada dasarnya kurikulum internasiona fokus pada pengembagan siswa dengan memeprhatikan minat dan bakat anak. Untuk itu, di SNP menyediakan berbagai jenis ekstrakurikuler yang membantu mengembangkan minat dan bakat anak.
Ekstrakurikuler menjadi jalan untuk siswa dapat berprestasi dalam bidang non akademik. Melalui ekstrakurikuler juga membantu siswa untuk mengembangkan karakter untuk memiliki tanggung jawab besar, dan berani berkompetisi baik menang atau kalah.
Perbedaan Sekolah Nasional Plus (SNP) dengan Sekolah Internasional tidak begitu mencolok. Keduanya sama-sama menggunakan bahasa asing sebagai bahasa pengantar saat KBM.
Hanya saja SNP harus mendapatkan lisensi atau akreditasi “Plus” dari organisasi ANPS. Sedangkan sekolah internasional tidak memerlukan lisensi tersebut, karena dari awal hanya mengadopsi satu kurikulum yang diakui global.


