Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah kufur nikmat, khususnya bagi umat Islam. Sedari kecil kita sudah ditanamkan nilai-nilai kebaikan, salah satu untuk selalu bersyukur atas apa yang Allah SWT berikan, dan jangan sampai kita termasuk orang yang kufur nikmat.
Sering dibahas berulang kali dan diajarkan kepada anak-anak sejak dini, apa itu yang dimaksud kufur nikmat? Seperti apa ciri-ciri orang yang kufur nikmat? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita bahas.
Apa Itu Kufur Nikmat
Merujuk dari berbagai sumber, kufur nikmat adalah suatu tindakan pengingkaran, dan ketidakterimaan terhadap nikmat yang sudah diberikan Allah SWT kepada hambanya. Dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 7, disebutkan bahwa pengingkaran terhadap nikmat-nikmat Allah bisa mendatangkan azab yang hebat.
Kufur nikmat berbeda dengan empat jenis kufur yang terkandung dalam Surat Al-Baqarah ayat 6. Kufur nikmat menurut Imam Al-Baghawi dalam tafsir berjudul Ma’alimut Tanzil, tidak termasuk ke dalam empat kekufuran secara akidah, yakni kufur ingkar, kufur juhud, kufur inad, dan kufur nifaq.
Dengan kata lain, orang yang beriman sekalipun dapat terjerembab ke dalam sikap kufur nikmat. Orang yang beriman sekalipun dapat mengingkari pemberian Allah SWT dengan meremehkan berbagai anugerah yang ia terima.
Ciri-ciri Orang Kufur
Lantas, seperti apa ciri-ciri orang yang kufur nikmat itu? Setidaknya ada tiga ciri orang yang disebut kufur nikmat, yaitu:
1. Tidak Pernah Merasa Puas
Sejalan dengan pengertian kufur nikmat, orang yang termasuk dalam perbuatan ini adalah mereka yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimiliki, dan selalu merasa kurang dengan nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan kepadanya.
2. Sering Mengeluh
Selain tidak pernah puas terhadap apa yang sudah mereka miliki, orang-orang yang kufur nikmat juga sering mengeluhkan tentang berbagai hal dalam hidup mereka, baik itu dalam kesehariannya, pekerjaan yang mereka lakukan, hingga harta benda yang mereka miliki, semuanya menjadi bahan untuk mengeluh karena selalu merasa kurang.
3. Tidak Menghargai Orang Lain
Tidak menghargai usaha yang dilakukan orang lain juga bisa jadi tanda seseorang melakukan kufur nikmat. Mereka seringkali menganggap apa yang didapatkannya semata-mata karena usahanya sendiri, tanpa mengakui peran orang lain atau takdir dalam keberhasilannya.
Cara Terhindar dari Kufur Nikmat
Mengingat dampak serta balasan atas perbuatan kufur nikmat yang sangat serius, ada beberapa hal yang dilakukan agar Anda dapat terhindar dari perbuatan kufur nikmat, antara lain:
1. Selalu Bersyukur
Cara paling mudah yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari kufur nikmat adalah bersyukur. Syukuri sekecil apapun nikmat Allah berikan, bersyukur atas apa yang sudah Anda miliki saat ini. Selain membuat hidup lebih tenang, selalu bersyukur atas apa yang dimiliki juga membantu Anda selalu merasa cukup, dan terhindar dari iri hati.
2. Hindari Perbuatan Iri Hati
Merasa tidak senang dengan apa yang sudah dimiliki, tidak senang atas pencapaian orang lain, dan sulit merasa bahagia ketika melihat orang lain senang, itu semua merupakan tanda-tanda iri hati. Anda perlu menghindari hal-hal tersebut agar tidak terjerumus pada kekufuran.
3. Selalu Berbagi dengan Orang Lain
Sederhana namun bisa jadi salah satu cara terhindar dari kufur nikmat yang paling ampuh, yakni berbagi kepada sesama. Sebab dengan berbagi kepada orang lain, Anda bisa lebih mensyukuri apa yang Anda dimiliki, dan telah dilebihkan oleh Allah, sehingga bisa membagikan itu kepada orang lain. Segala perbuatan baik tersebut juga bisa jadi bagi Anda menjadi sukses menurut Al-Qur’an, dan membuat hidup Anda selalu dalam kebaikan serta keberkahan dari Allah SWT.
Itulah pengertian dan ciri-ciri dari kufur nikmat. Siswa SMA Dwiwarna Boarding School dididik untuk memiliki sifat qanaah dan bersyukur dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, siswa siswi bisa memiliki akhlak yang baik dan terhindar dari sikap kufur nikmat.


