5 Contoh Majas Metafora yang Sering Muncul di Pelajaran Bahasa Indonesia

Bagi pegiat sastra, penggunaan majas dalam penulisan dapat membuat kalimat yang mereka susun memiliki makna yang lebih luas, dan mudah dipahami. ada banyak jenis majas, dan majas metafora jadi salah satu yang paling banyak digunakan.

Apa Itu Majas Metafora?

Majas metafora adalah gaya bahasa yang menggunakan perpaduan kata atau kalimat untuk mengacu pada objek tertentu, dan tanpa mengubah arti sebenarnya dari kata atau kalimat tersebut.

Majas metafora sering digunakan karena dapat menghidupkan suasana atau deskripsi terhadap sesuatu. Sehingga membangun kemampuan imajinasi pembaca. Selain itu, pemakaian majas metafora juga dapat memberikan gambaran yang lebih kuat.

Contohnya penggunaan majas metafora dalam kalimat “waktu adalah uang”, membantu kita memahami betapa pentingnya menghargai waktu, dan mengingatkan kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu.

Contoh Majas

Agar lebih memahami penggunaan majas dan maknanya, berikut 5 contoh majas yang sering digunakan, antara lain:

1. “Dia adalah bintang kelas kami.”

Majas metafora yang digunakan untuk menunjukkan bahwa “dia” adalah siswa yang paling cerdas, menonjol, atau berprestasi di kelas.

2. “Angin berbisik lembut di telinga saya.”

Contoh majas personifikasi yang menjelaskan bahwa angin yang merupakan benda mati, diberikan kemampuan “berbisik” seperti manusia, menciptakan kesan kelembutan dan kedekatan.

3. “Suaranya menggelegar membelah angkasa saat dia berteriak.”

Penggunaan majas hiperbola yang tujuannya untuk melebih-lebihkan sesuatu. Dalam hal ini, dipakai untuk menunjukkan betapa kerasnya suara seseorang ketika ia sedang berteriak.

4. “Semangatnya keras seperti baja.”

Contoh kalimat yang digunakan dalam majas perumpamaan (Simile), menggambarkan semangat seseorang, dan dibandingkan dengan baja untuk menunjukkan bahwa semangatnya sangat kuat dan tidak mudah patah.

5. “Silakan mampir ke gubuk reot kami.”

Merupakan contoh majas litotes yang dipakai untuk menunjukkan kerendahan hati. Pemakaian kata “gubuk reot” dimaksudkan untuk menjelaskan kondisi rumah yang sebenarnya bagus dan layak huni.

Penggunaan berbagai majas tersebut bisa digunakan dalam penulisan puisi atau karya sastra lainnya. Untuk bisa menulis puisi dengan baik, kamu bisa mengikuti tips menulis puisi yang kami berikan.

Contoh Majas Perumpamaan

Selain majas metafora, majas perumpamaan juga terbilang umum digunakan. Berikut 5 contoh majas perumpamaan yang bisa kamu gunakan, yaitu:

1. “Hatinya dingin bagaikan es setelah mendengar berita itu.”

Menandakan bahwa orang itu menjadi tidak peduli, tidak berperasaan, atau sangat sedih setelah mendengar suatu kabar.

2. “Ia bekerja keras laksana kuda demi menghidupi keluarganya.”

Cara seseorang bekerja dibandingkan dengan kerja “kuda”, menggunakan kata penghubung “laksana” untuk menggambarkan betapa gigih dan tak kenal lelahnya ia dalam berusaha.

3. “Senyumnya manis semanis gula yang selalu membuatku rindu.”

Manisnya senyuman seseorang dibandingkan dengan “gula” untuk menggambarkan betapa menarik dan menyenangkan senyum itu.

4. “Wajahnya pucat bagai kapas setelah melihat kejadian menyeramkan itu.”

Warna wajah seseorang dibandingkan dengan “kapas” untuk menunjukkan betapa putih dan tidak berdarahnya wajah itu karena ketakutan atau syok.

5. “Suaranya merdu ibarat buluh perindu yang menenangkan hati.”

Kemerduan suara seseorang dibandingkan dengan “buluh perindu” untuk menggambarkan betapa indahnya suara tersebut dan efek menenangkannya.

Itulah contoh majas metafora yang bisa kamu temukan mata pelajaran bahasa Indonesia. Untuk mendapatkan lebih banyak contoh penggunaan majas, kamu bisa mengikuti berbagai acara sastra, salah satunya kegiatan Bulan Bahasa yang rutin diadakan setiap tahun. SMA Dwiwarna Boarding School adalah salah satu sekolah yang memiliki acara festival bulan BahasaDiadakan setiap tahun, kemampuan literasi siswa SMA Dwiwarna Boarding School bisa ditampilkan dengan memukau melalui acara festival tersebut.

 

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp