Apa Itu Teks Pidato Persuasif? Ini Ciri-Cirinya

Pidato persuasif adalah pidato yang mengandung ajakan untuk melakukan sesuatu. Ciri kebahasaan teks pidato persuasif salah satunya, yaitu adanya kalimat yang berarti mengajak ataupun menghimbau. Contoh pidato persuasif yang sering kita temukan misalnya orasi dalam rangka kampanye politik, pemilihan kepala desa, hingga pemilihan ketua OSIS di sekolah.

Pidato persuasif memiliki banyak topik, misalnya politik, agama, seni dan sebagainya. Sebaiknya pilih topik yang memang sesuai dengan kalangan audiensi yang mendengarkan supaya ajakan bisa berhasil. Misalnya, jika berpidato di depan para pelukis, jelas topik yang sesuai adalah seni atau budaya, bukan orasi tentang politik.

Ciri –Ciri Pidato Persuasif

Teks pidato persuasif tetaplah harus menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang benar. Masukkan unsur yang sesuai dengan topik agar pendengar mengikuti apa yang menjadi himbauan lewat pidato tersebut. Inilah ciri-ciri kebahasaan teks pidato persuasif:

  • Terdapat pernyataan langsung atau kata sapaan kepada audiens sebagai orang kedua, misalnya Bapak Ibu, hadirin sekalian atau saudara-saudara.
  • Memakai kalimat aktif,  yaitu kalimat dimana subyeknya melakukan suatu tindakan seperti yang diungkapkan pada predikat kalimat terhadap objeknya.
  • Mengandung kata-kata teknis maupun istilah tertentu yang berkaitan dengan topik pada pidato.
  • Terdapat kata-kata kerja mental, contohnya mengagumkan, berasumsi, diharapkan, berpendapat, menyimpulkan dan sejenisnya.
  • Memakai kata-kata rujukan, misalnya melansir dari data, mengacu dari halaman dan sebagainya.
  • Menyisipkan kosa kata yang sifatnya ajakan ataupun himbauan, seperti mari, ayo, mohon dan tolong.

Ciri-ciri pidato persuasif di atas terdapat dalam buku karangan Hari Wibowo berjudul Materi Utama Bahasa Indonesia tingkat SMP. 

Struktur pada Pidato Persuasif

Selain ciri kebahasaan pidato persuasif, hal yang penting untuk diketahui juga adalah struktur yang digunakan. Garis besarnya, struktur teks pidato persuasif dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Bagian Pembukaan

Bagian pertama pada pidato persuasif adalah pembukaan, dimana didalamnya terdapat ketiga unsur berikut ini,

  • Salam pembuka
  • Ucapan penghormatan
  • Ucapan syukur

Ketiganya merupakan satu kesatuan komponen yang tidak dapat dipisahkan dan sangat penting. Satu unsur saja tidak dimasukkan dalam pidato, maka teks pidato tidak akan lengkap dan sempurna. Pada bagian pembukaan ini, akan dimasukkan juga pengantar sebelum masuk ke topik utama atau pengenalan masalah. Berikan juga deskripsi secara singkat tentang topik yang akan dibawakan.

2. Bagian Isi

Bagian isi adalah bagian terpenting dari sebuah teks pidato persuasif. Disinilah teks pidato akan menjelaskan secara rinci tentang suatu topik dan apa yang hendak disampaikan kepada audiens. Jika pada bagian isi ini, teks pidato tidak memasukkan unsur dan ciri yang seharusnya ada, maka kemungkinan tujuannya akan gagal sampai ke audiens.

3. Bagian Penutup

Bagian terakhir dari struktur pidato persuasif adalah penutup. Di bagian inilah teks pidato harus memasukkan kalimat yang mengandung ajakan ataupun himbauan. Berikan kalimat-kalimat penguatan tentang topik yang dibahas agar audiens terpengaruh dan mengikuti ajakan atau himbauan tersebut.

Kalimat penguatan sekaligus juga berfungsi sebagai alat untuk meyakinkan audiens pada apa yang disampaikan oleh orator. Sehingga dengan begitu audiens mau mengikuti ajakan tersebut.

Itulah beberapa ciri kebahasaan teks pidato persuasif beserta unsur dan struktur yang seharusnya ada didalamnya. Bagaimana cara membuat pidato persuasif akan diajarkan oleh guru melalui pelajaran bahasa Indonesia. Kamu juga bisa berlatih membuat dan membacakan pidato persuasif di kelas saat ada pelajaran bahasa Indonesia.

SMA Dwiwarna Boarding School memberikan fasilitas terbaik kepada siswanya agar bisa mengikuti semua materi pelajaran yang disampaikan guru. Disini juga terdapat laboratorium bahasa yang bisa menjadi tempat belajar siswa dengan lebih efektif dan juga maksimal. Selain itu, kepercayaan diri siswa SMA Dwiwarna Boarding School dilatih melalui kompetisi pidato (Muhadhoroh) dalam tiga bahasa.

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp