Ringkasan:Â
- SMA kedinasan adalah istilah populer untuk SMA reguler yang memiliki program pembinaan khusus untuk jalur sekolah kedinasan atau calon taruna.
- Program kedinasan berjalan secara terstruktur dan siswa tetap mengikuti kurikulum nasional seperti pada umumnya, sehingga tetap bisa mendaftar pada SNBP dan SNBT.
- Pelatihan kesamaptaan jasmani harus dilakukan selama 3 tahun untuk membantu kesiapan fisik dan mental siswa.Â
Para orang tua banyak yang masih salah kaprah terkait istilah SMA kedinasan dan bahkan mengira SMA tersebut tidak mengikuti pembelajaran seperti SMA reguler. Sebenarnya, ini hanyalah istilah populer yang digunakan untuk SMA reguler yang memiliki program pembinaan khusus untuk jalur sekolah kedinasan. Sebab tidak semua SMA reguler menyediakan kedua program tersebut (sekolah kedinasan dan PTN favorit).Â
Perbedaan SMA Kedinasan dengan SMA Biasa

Meski sama-sama SMA reguler, tetapi karena adanya program calon taruna, maka ada beberapa aspek pembinaan yang membuat sistemnya terasa sangat berbeda dari SMA pada umumnya, antara lain:
1. Terdapat Program Kesamaptaan
Hal paling menonjol dan menjadi bagian penting yang harus disiapkan dalam seleksi nanti adalah kegiatan fisiknya. Jika di SMA biasa, umumnya olahraga menjadi bagian dari mata pelajaran rutin atau ekstrakurikuler, tetapi di SMA kedinasan, siswa akan mendapatkan pembinaan samapta yang lebih terarah.Â
Tentu saja, latihan kesamaptaan jasmani tersebut bukan hanya untuk kebugaran, melainkan disusun untuk membentuk kesiapan fisik para siswa. Nah, cakupan latihannya disesuaikan dengan standar penilaian fisik yang digunakan oleh TNI dan Polri.
2. Sistem Kedisiplinan yang Lebih Ketat
SMA biasa sebenarnya juga memiliki aturan dan sistem kedisiplinan yang kuat dan konsisten, tetapi di SMA kedinasan, aturan tersebut justru dibangun lebih ketat dan sangat kuat. Mulai dari pembiasaan untuk hidup teratur, patuh aturan, tanggungjawab, dan sebagainya, dimana ini disesuaikan dengan kultur taruna agar siswa lebih terbiasa nantinya. Lebih dari itu, ada sanksi berjenjang juga yang siap menunggu bila melanggar.Â
3. Tetap Mengikuti Kurikulum Nasional
Meski berbasis SMA kedinasan, bukan berarti sekolah itu meninggalkan kurikulum nasional yang diterapkan di SMA biasa. Melainkan tetap mengikutinya, karena itulah, siswa tetap bisa mendaftarkan diri pada SNBP dan SNBT.Â
Sebenarnya, sistem ini menjadi nilai plus bagi siswa, sebab mereka tidak hanya berpatokan pada satu peluang, sehingga tetap bisa mengikuti seleksi ke PTN favoritnya.Â
4. Pemantauan Perkembangan Berkala
Hal lain yang membedakannya dengan SMA biasa adalah adanya pemantauan khusus. Contohnya, siswa yang mengikuti program CATAR SMA Dwiwarna dipantau khusus oleh pembina asrama, baik itu perkembangan fisik maupun mental siswanya setiap hari, bukan hanya saat jam pelajaran. Dengan pengawasan ini, kendala dan kesulitan yang dialami siswa dapat segera terdeteksi.
SMA Dwiwarna adalah SMA kedinasan favorit yang membina calon taruna lewat program CATAR. Karena berbasis asrama, latihan dan pemantauan menjadi lebih efisien dan tentunya perkembangan siswa dapat dicatat setiap saat.
FAQ
1. Berapa lamakah waktu yang efektif untuk persiapan calon taruna kedinasan?
Perlu diketahui, banyak calon taruna yang berujung pada kegagalan akibat kurangnya persiapan. Tercatat, dalam seleksi AKPOL dan AKMIL menggugurkan lebih dari 95 persen pendaftar, sebagian besar di samapta fisik dan tes psikologi. Sebab itulah, membangun fisik selama 3 tahun di SMA jauh lebih efektif dari kursus intensif 3 bulan sebelum tes. Contohnya, untuk standar nilai A samapta lari 12 menit adalah 2.800 meter ke atas butuh latihan minimal 18 bulan bagi kebanyakan siswa SMP biasa. Artinya, waktu 3 bulan tidak cukup untuk mempersiapkannya.Â
2. Bagaimana sistem dan jadwal persiapan program CATAR di SMA Dwiwarna?
Sistem latihan calon taruna di SMA Dwiwarna terkonsep dalam Program CATAR (Calon Taruna) dengan jadwal yang sudah terintegrasi dalam jadwal asrama.Â
3. Apakah ada pelatih fisik bersertifikat untuk program CATAR di SMA Dwiwarna?
Tentu ada, SMA Dwiwarna merekrut pelatih khusus untuk keberlangsungan program Calon Taruna dan bahkan menyesuaikan sistemnya dengan kultur kedinasan agar siswa lebih terbiasa.Â
4. Apakah track record alumni masuk kedinasan bisa diverifikasi?
Tentu saja bisa, Anda bisa melihat persentase dan detail lainnya untuk alumni yang lulus di sekolah kedinasan melalui link berikut https://www.smadwiwarna.sch.id/kelulusan-siswa/.Â
5. Bagaimana cara mengikuti program CATAR SMA Dwiwarna?
Bagi orang tua yang ingin mencari informasi tentang pendaftaran sekolah taruna sistem dan programnya, bisa didapatkan melalui website resmi SMA Dwiwarna atau mengikuti open house yang dilangsungkan secara terjadwal.Â

