Pentingnya Fungsi KKM dalam Pendidikan

Untuk mengukur sejauh mana siswa dapat menyerap pembelajaran dan dinyatakan naik kelas, ada beberapa penilaian yang harus dilakukan. Salah satunya siswa harus memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan oleh sekolah.

KKM biasanya ditemukan pada sistem pembelajaran yang masih mengacu pada Kurikulum 2013. Standar ini tidak lagi digunakan pada Kurikulum Merdeka, sebab pada Kurikulum terbaru menerapkan sistem penilaian formatif.

Lalu, apa itu KKM dan kenapa masih digunakan sampai sekarang di banyak sekolah?

Apa Itu KKM?

Kriteria Ketentuan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang disusun oleh satuan pendidikan, dan menjadi standar kompetensi kelulusan. Penyusunan KKM dilakukan oleh satuan pendidikan dengan melibatkan sejumlah pihak, seperti kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan.

Fungsi KKM

KKM memiliki peran yang penting dalam menentukan layaknya tidaknya seorang siswa naik kelas. Selain nilai mata pelajaran, KKM juga ditentukan oleh komponen lain seperti karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan.

Pentingnya Nilai KKM

Dengan banyaknya aspek penilaian yang dilakukan dan harus dipenuhi siswa, kenapa harus ada nilai KKM? Ada beberapa hal yang menjadi alasan kuat sekolah masih menerapkan KKM, antara lain:

1. Acuan Penilaian

Untuk menentukan seorang siswa lulus atau tidak dalam suatu mata pelajaran, maka guru perlu memastikan bahwa siswa tersebut telah mencapai kompetensi dasar yang diharapkan dari setiap mata pelajaran yang diberikan.

2. Penentu Kelulusan

KKM tidak hanya menjadi standar penilaian siswa, tetapi juga jadi penentu kelulusan siswa tersebut. Jika peserta didik bisa mencapai nilai di atas angka KKM pada semua mata pelajaran, maka siswa tersebut layak dinyatakan lulus.

3. Pengembangan Kurikulum

Bukan hanya bagi siswa, adanya KKM juga memudahkan guru dalam menyusun kurikulum pembelajaran. Dengan mengacu pada KKM, guru dapat membuat materi pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

4. Motivasi Belajar

Menyadari adanya standar nilai yang harus dicapai, dapat meningkatkan motivasi anak dalam belajar dan mencapai nilai terbaik di tiap mata pelajaran. Siswa akan lebih termotivasi untuk mencapai atau melebihi nilai KKM, terutama mereka yang sudah mempunyai target universitas unggulan, dan mulai mencari informasi terkait jurusan IPS bisa masuk fakultas apa saja dan sejenisnya.

Cakupan KKM dalam Penilaian

KKM mencakup banyak hal yang berkaitan erat dengan kompetensi dasar siswa. Umumnya cakupan KKM meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang terkait dengan materi pelajaran. Selain itu, penetapan KKM juga berdasarkan pada tingkat kesulitan materi, karakteristik siswa, serta tujuan pembelajaran.

Agar bisa mencapai nilai KKM dengan tepat, orang tua dan siswa juga perlu mengetahui cara menghitung KKM. Sehingga bisa menentukan metode belajar yang tepat, dan bisa mencapai nilai yang diinginkan.

Beberapa tips yang bisa dilakukan siswa jika ingin mencapai nilai KKM, bisa dilakukan dengan menerapkan sistem belajar teratur, aktif bertanya di kelas saat ada materi atau pembahasan yang kurang dimengerti, membuat rangkuman dari materi yang sudah dijelaskan dan belajar secara berkelompok.

Selain itu siswa juga bisa mencoba belajar dari berbagai sumber lain, berlatih mengerjakan soal dan membuat jadwal belajar rutin. Hal yang juga tak kalah penting dilakukan adalah menjaga kesehatan dan tidur yang cukup. Sehingga otak lebih fresh dalam menerima pembelajaran baru setiap harinya.

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp