Pengertian, Tujuan, dan Contoh dari Brainstorming

Dalam sebuah tim penting untuk memiliki visa dan misi yang sama. Walau memiliki pola pikir berbeda, tetapi harus fokus pada tujuan yang sama dan menggabungkan banyak kepala menjadi satu kesatuan bisa dengan brainstorming.

Setiap anggota tim memiliki hak untuk mengeluarkan setiap ide dan gagasan. Walau begitu, paling penting bagaimana setiap anggota bisa menuangkan setiap ide maupun gagasan dengan leluasa, tanpa takut mendapat kritis. 

Pengertian Brainstorming

Berbicara mengenai tim, maka tidak bisa mengandalkan satu orang, melainkan setiap anggota tim harus memiliki kontribusi. Termasuk dalam memberikan ide dan gagasan, karena dengan banyaknya ide bisa lebih mudah mencapai tujuan.

Dalam hal ini sebuah tim bisa melakukan brainstorming untuk melibatkan semua anggota bisa memberikan suatu gagasan. Brainstorming adalah suatu upaya sebuah tim agar setiap anggota bisa memecahkan setiap permasalahan melalui ide atau gagasan. 

 

Dengan kata lain brainstorming juga merujuk kepada sebuah metode dalam mengumpulkan banyak ide-ide dari setiap anggota tim. Dari banyaknya ide bisa dengan mudah memecahkan masalah.

Hal yang melekat saat brainstorming yaitu memerlukan kreativitas dan spontanitas, serta pendekatan kontekstual. Melalui kreativitas, otak akan mengeluarkan gagasan yang mampu memecahkan setiap permasalahan maupun menentukan tujuan.  

Tujuan Utama Brainstorming

Brainstorming bisa digunakan dalam banyak kegiatan, seperti aktivitas menentukan gagasan baru di tempat kerja. Begitu juga kegiatan kelompok di sekolah, karena pada dasarnya brainstorming fokus untuk mengumpulkan ide. 

Tujuan utama dari brainstorming yaitu untuk pertukaran gagasan, sehingga memerlukan lebih banyak ide maupun gagasan. Adapun tujuan utama lainnya, yaitu:

1. Menciptakan Ide Kreatif

Brainstorming memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk mengeluarkan ide yang dimiliki masing-masing. Dari setiap ide yang muncul, dapat menghasilkan gagasan terbaik yang lebih kreatif, solutif, dan revolusioner.

2. Menemukan Solusi Alternatif

Menyelesaikan permasalahan terkadang memerlukan banyak ide maupun gagasan. Untuk itu, agar bisa menemukan alternatif solusi yang cepat dan tepat bisa mengajak anggota tim untuk brainstorming. 

3. Meningkatkan Kerjasama Tim

Dalam sebuah tim kerjasama tim sangat penting, karena setiap anggota tidak bisa bergantung pada satu orang saja. Setiap anggota harus mengenali cara kerja masing-masing tim, yang mana hal ini bisa didapat dengan sering brainstorming.

4. Meningkatkan Efisiensi Kerja.

Bekerja oleh satu orang tidak lebih baik ketika mengerjakan secara kelompok dengan tim. Ketika setiap anggota bisa saling bekerja sama dengan baik maka efisiensi kerja akan meningkat. 

5. Meningkatkan Kreativitas

Kreativitas sangat penting untuk bisa memberikan gagasan yang lebih fresh dan bisa menyelesaikan tantangan dengan baik. Melalui brainstorming Anda akan terbiasa untuk berpikir kreatif, apalagi sifat dari brainstorming yaitu open environment. 

Contoh Brainstorming

Ada beberapa contoh brainstorming yang bisa Anda lakukan bersama tim, yaitu: 

  • Mind Mapping, asah kreativitas dan temukan ide baru melalui gambar atau grafis.
  • Brainwriting, Menuangkan ide dalam sebuah tulisan dan membagikan secara anonim. 
  • Analisis SWOT, menemukan sebuah ide melalui strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), dan threat (ancaman). 
  • Role Storming, sebuah aktivitas atau tindakan yang memungkinkan seseorang melakukan tindakan yang sama. 
  • Step Ladder Brainstorming, sebuah tantangan untuk setiap anggota tim menyelesaikan masalah, dan anggota lainnya berada di luar ruangan. 
  • Design Charrette, melakukan kolaborasi antara kelompok satu dengan kelompok lain.  

Metode brainstorming sering ditemukan di sekolah SMA Dwiwarna (Boarding School). Sekolah swasta yang berlokasi di Bogor ini, mengutamakan kreativitas siswa untuk mampu berpikir kritis dan tidak ragu berinovasi. 

Tidak heran siswa SMA Dwiwarna (Boarding School) termasuk siswa prestasi pelajar Indonesia baik dalam bidang akademis maupun non akademis. Terlebih sekolah ini, menggabungkan pendidikan formal dan keagamaan. 

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp