Apa Itu Murojaah? Teknik Menghafal Al Quran yang Bisa Dipraktikkan

Apa itu murojaah? Murojaah adalah suatu istilah yang sangat dekat dengan hafiz. Jika hafiz artinya adalah penghafal Al Quran, maka murojaah adalah suatu cara yang digunakan untuk menjaga hafalan Quran. Menghafal kitab suci bukanlah hal yang mudah, begitu juga dengan para hafiz. Sebagai manusia biasa, para hafiz juga tidak terhindar yang namanya lupa.

Murojaah membantu para hafiz untuk mengetahui apakah bacaannya sudah benar atau belum. Kata murojaah berasal dari bahasa Arab raja’a yarji’u yang berarti pulang atau kembali. Secara lebih luas maknanya yaitu meninjau ulang atau memeriksa kembali. Sedangkan jika dihubungkan dengan menghafal Al Quran, kata murojaah berarti memeriksa kembali bacaan hafalan kitab suci umat Islam tersebut. 

Metode Murojaah dalam Hafalan Al Quran

Metode menjaga hafalan Al Quran melalui murojaah harus diketahui oleh para hafiz. Pada prinsipnya metode ini dimaksudkan untuk menjaga agar hafiz ataupun calon hafiz agar bisa memelihara hafalan Quran tetap baik. Beberapa metode yang bisa dilakukan untuk menjaga hafalan Qur’an diantaranya yaitu :

1. Mengulang Dalam Hati

Arti murojaah adalah meninjau kembali atau memeriksa ulang hafalan Al Quran. Apa yang bisa dilakukan supaya hal tersebut dapat dicapai? Salah satu caranya adalah dengan mengulang-ulang bacaan atau hafalan Al Quran di dalam hati setiap saat. 

Setiap saat hafalkan atau baca Al Quran dalam hati tanpa harus dilafalkan. Tujuan dari mengulang bacaan dalam hati tersebut yaitu untuk memelihara dan menguatkan ingatan tentang hafalan Quran. Sehingga dengan begitu para hafiz ataupun calon hafiz bisa terhindar dari lupa.

2. Mengulang Secara Lisan

Murojaah juga dapat dilakukan dengan senantiasa melafalkan bacaan Al Quran dimanapun berada. Jika mengulang-ulang dalam hati bermanfaat untuk menguatkan ingatan hafalan Quran, maka mengulang dengan lisan berguna untuk melatih pendengaran. Selain itu, kita juga bisa melatih lisan supaya benar dalam membaca dan mengucapkan ayat-ayat Al Quran.

Teknik dalam Murojaah

Selain metode yang sudah disebutkan di atas, cara untuk menjaga hafalan Qur’an juga dapat dilakukan melalui teknik-teknik tertentu. Teknik menghafal Qur’an dapat dilakukan dengan ritme yang cepat, sedang ataupun perlahan-lahan. Tentunya ritme ini dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dari para calon penghafal Al Quran.

Teknik untuk menjaga hafalan qur’an dapat dilakukan melalui cara berikut ini:

1. Murojaah dalam Shalat

Artinya, seorang hafiz dapat mengulang-ulang hafalan Al Quran melalui shalat yang dilakukannya. Bacaan ayat diulang-ulang saat mengerjakan shalat wajib maupun sunnah, sehingga hafalan tersebut tidak akan lupa atau hilang dari ingatan.

2. Murojaah Mandiri atau Diri Sendiri

Seorang penghafal Quran untuk menjaga hafalan bacaannya, dapat mencari metode maupun teknik yang paling tepat bagi dirinya sendiri. Apa teknik yang dirasa tepat bagi dirinya untuk mengulang kembali bacaan dan hafalan surat-surat Al Quran.

3. Murojaah Melalui Murotal

Teknik yang selanjutnya yaitu melalui murotal. Teknik ini memerlukan alat bantu untuk menjaga hafalan Quran oleh para hafiz. Alat bantu yang dimaksud bisa berupa CD, MP3, aplikasi dan sejenisnya. Teknik murotal ini bisa dilakukan para hafiz saat berada dimana saja dan kapan saja.

4. Murojaah dengan Teman

Teknik lainnya adalah meninjau kembali bacaan dan hafalan Quran bersama teman lainnya. Kamu bisa saling bergantian dengan teman yang lain untuk mendengarkan hafalan ayat, sehingga bisa diketahui apakah bacaannya sudah betul atau belum.

5. Murojaah dengan Guru

Teknik ini dapat juga dilakukan bersama guru. Minta bantuan kepada guru untuk memeriksa apakah hafalan dan bacaan ayat-ayat Al Quran sudah benar atau belum. Keuntungannya, jika masih ada kesalahan maka guru akan membantu memberitahu bagaimana cara yang benar.

Dari informasi ini, bisa kamu simpulkan bahwa murojaah adalah teknik atau cara yang dilakukan untuk menjaga hafalan Quran para hafiz. Teknik ini sangat membantu para hafiz untuk mengetahui apakah bacaannya sudah benar atau belum. Dengan begitu kemampuannya untuk menjadi penghafal Al Quran akan selalu terjaga dan menjadi semakin baik.

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp