SMA Semi Militer dan Program Calon Taruna Apa Bedanya

Tingginya minat untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah militer, membuat banyak orang merasa bahwa sekolah yang memiliki program pelatihan calon Taruna, bisa dianggap sebagai sekolah militer atau sekolah semi militer.

Namun jika dipelajari lebih jauh, keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Sekolah semi militer lebih berfokus pada pembelajaran kemiliteran, mulai dari kedisiplinan, mental dan fisik ala militer.

Sementara program calon Taruna merupakan program pembinaan, dan termasuk program belajar tambahan (ekstrakurikuler) yang tidak diwajibkan bagi seluruh siswa, melainkan dapat dipilih sesuai minat dan tujuan pendidikan kedepannya.

Jadi, antara program CATAR dan SMA semi militer tidak otomatis sama, karena keduanya memiliki sejumlah perbedaan yang perlu dipahami. Meski begitu, program CATAR juga bisa dijadikan sebagai persiapan Akpol dari SMA.

Alasan Masuk SMA Semi Militer

Bukan hanya soal karir dan masa depan, ini beberapa alasan masih banyak siswa yang tertarik melanjutkan pendidikan ke SMA semi militer, yaitu:

Persiapan Masuk Kedinasan

Masuk ke sekolah kedinasan perlu persiapan yang matang, itulah kenapa banyak yang mempersiapkannya lebih awal.

Salah satunya dengan menempuh pendidikan di SMA semi militer. Karena mereka bisa mendapatkan sejumlah pelatihan seperti pembinaan jasmani hingga persiapan mengikuti ujian masuk PTN kedinasan favorit.

Mengasah Mental dan Sikap Kepemimpinan

Sekolah semi militer biasanya melatih siswa untuk memiliki jiwa kepemimpinan, sekaligus membentuk mental yang kuat. Hal tersebut dilakukan melalui struktur organisasi yang diterapkan, terutama pada sekolah asrama, yang memungkinkan siswa merasakan peran sebagai pemimpin.

Sementara itu, lingkungan juga berperan dalam pembentukan mental siswa. Terutama dalam membentuk sikap pantang menyerah saat mengalami kesulitan atau berada dalam tekanan.

Apa Itu Program CATAR?

Program Calon Taruna Dwiwarna merupakan program yang disediakan oleh SMA Dwiwarna Boarding School. Program CATAR bertujuan membimbing dan mempersiapkan siswa mengikuti seleksi masuk sekolah kedinasan, seperti AKPOL, AKMIL, IPDN, STIS, AAL, AAU, dan Poltekim.

Ini bukan program yang diwajibkan bagi siswa. Namun bisa dipilih sesuai minat. Siswa sudah bisa mengikuti CATAR sejak berada di kelas 10.

Pelatihan yang Diberikan

Selama mengikuti program ini, ada beberapa pelatihan yang akan didapat peserta CATAR, antara lain:

Bina Jasmani

Latihan fisik yang dilakukan secara terstruktur. Latihan kesamaptaan jasmani ini meliputi lari dengan durasi 12 menit, push-up, sit-up, pull-up atau chinning untuk putri, shuttle run, dan renang. Latihan dilakukan sesuai standar kesamaptaan TNI/Polri, dan menggunakan fasilitas 

Kesamaptaan

Siswa akan dilatih untuk membentuk sikap tubuh, baris-berbaris (PBB), dan disiplin fisik sesuai standar militer dan kepolisian serta simulasi tes resmi yang berlaku di tiap kedinasan

Persiapan Akademik

Siswa juga akan dibekali dengan penguatan materi tes akademik, seperti TPA (Tes Potensi Akademik), TKA (Tes Kemampuan Akademik), dan Tes Wawasan Kebangsaan. Serangkaian tes tersebut merupakan penilaian dalam proses seleksi sekolah kedinasan.

Psikotes

Siswa dilatih agar siap mengikuti ujian psikotes melalui simulasi dan pembahasan soal-soal psikotes. Dengan mengikuti pelatihan ini, siswa akan terbiasa dengan pola soal yang muncul, dan dapat mengerjakan soal secara efektif sesuai durasi.

Perbedaan Program CATAR dan Pendidikan Militer

Berikut beberapa perbedaan antara program CATAR SMA Dwiwarna dan pendidikan militer, antara lain:

1. Kurikulum dan Pelatihan

Sekolah militer memadukan kurikulum dengan pendidikan karakter kemiliteran, ketarunaan, baris-berbaris tingkat lanjut, serta kepemimpinan yang melekat dengan rutinitas harian siswa.

Sementara pada program CATAR berbasis pembinaan khusus, dan dilakukan pada akhir pekan. Pelatihan yang diberikan meliputi bina jasmani, kesamaptaan, latihan psikotes, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Medical Check Up (MCU).

2. Target dan Pilihan Karir

Sekolah militer umumnya memiliki ikatan dinas dengan instansi tertentu seperti pertahanan atau keamanan negara (TBI/Polri). Sehingga siswa sekolah militer memiliki pilihan karir yang sangat spesifik.

Sedangkan pada program CATAR SMA Dwiwarna, siswa memiliki pilihan pendidikan dan jalur karir yang lebih luas. Mereka bisa melanjutkan ke pendidikan selanjutnya sesuai pilihan, baik itu melanjutkan ke sekolah kedinasan militer atau kedinasan sipil.

3. Sistem Pembelajaran

Sekolah militer menerapkan sistem pembelajaran berbasis kedisiplinan dan tata tertib militer selama 24 jam penuh.

Berbeda dengan program CATAR yang berfokus pada pembinaan khusus untuk mempersiapkan siswa menghadapi seleksi sekolah kedinasan. Pelatihan juga dilakukan di luar jam pelajaran, sehingga lebih fleksibel dan tidak mengganggu pembelajaran utama di sekolah.

Pertanyaan yang Bisa Diajukan

Jika saat ini sudah merasa menemukan pilihan yang tepat, berikut beberapa pertanyaan yang bisa diajukan sebelum memilih sekolah dengan program pelatihan taruna, yaitu:

1. Apakah ada biaya tambahan untuk mengikuti program ini?

Kita perlu memastikan apakah program pelatihan yang dipilih sudah termasuk dalam biaya pendaftaran sekolah, atau perlu biaya tambahan. Sehingga kita bisa mempersiapkannya lebih awal.

2. Berapa banyak siswa yang berhasil melalui program ini?

Ini penting diketahui untuk melihat kualitas program pelatihan yang ditawarkan, terutama prospek karir para alumni yang telah lulus.

3. Apakah siswa boleh berlatih di luar jadwal yang diberikan?

Kita tentu perlu waktu untuk berlatih sendiri dan mengulang materi yang telah diberikan, namun tetap harus mematuhi peraturan yang telah ditentukan sekolah.

4. Bagaimana pengawasan dan keamanan saat berlatih?

Saat berlatih, ada potensi mengalami cedera, dan perlu ditangani dengan cepat. Maka dari itu, kita perlu memastikan keamanan dan sistem pengawasan yang dilakukan.

Keinginan yang besar untuk masuk sekolah kedinasan impian, perlu dibarengi dengan persiapan dan latihan yang matang. Termasuk memilih sekolah dengan program yang dapat membantu kita meraih impian tersebut.

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp