Sebagai boarding school yang ada untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memajukan pemuda islam di Indonesia, SMA Dwiwarna (Boarding School) menciptakan program pengembangan keagamaan yang merupakan implementasi dari Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah.
Sebab, kami percaya bahwa tidak hanya memperkenalkan agama islam yang sesuai dengan ajaran Al-Quran, PAI merupakan salah satu mata pelajaran keagamaan yang bisa membentuk karakter dan akhlak setiap siswa dan siswinya.
Dengan adanya program tersebut, kami berharap bahwa siswa SMA Dwiwarna (Boarding School) bisa memiliki karakter dan akhlak yang baik. Selain itu, juga memiliki sifat terpuji, sesuai dengan visi, misi, dan nilai dasar yang kami miliki.
Implementasi Pendidikan Agama Islam di SMA Dwiwarna (Boarding School)
Untuk mendukung implementasi Pendidikan Agama Islam di SMA Dwiwarna (Boarding School), kami mengadakan empat kegiatan dalam program pengembangan keagamaan. Kegiatan tersebut wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi setiap harinya. Berikut adalah kegiatan tersebut:
1. Salat Berjamaah
Seluruh siswa-siswi SMA Dwiwarna (Boarding School) wajib mengikuti kegiatan shalat berjamaah setiap harinya, tak terkecuali saat Maghrib dan Isya. Selain untuk mendapat pahala yang berkali-kali lipat lebih banyak, terdapat hikmah lain yang bisa mereka dapatkan saat melaksanakan sholat berjamaah.
Beberapa diantaranya berhubungan dengan pembentukan karakter dan akhlak. Seperti membentuk disiplin agar bisa datang tepat waktu sebelum sholat berjamaah mulai, melatih fokus, dan bisa bersilaturahmi antar sesama umat muslim yang menjalankannya.
Tidak hanya itu, kami menyediakan agenda khusus rutin pasca shalat maghrib berjamaah. Yaitu, agenda pembelajaran agama dan praktik-praktik ibadah tambahan untuk memperkaya pengetahuan siswa-siswi.
2. Duha Bersama
Tidak hanya siswa-siswi, kami mengajak para guru serta pembina asrama SMA Dwiwarna (Boarding School) untuk melakukan salat duha berjamaah. Dengan adanya agenda tersebut, kami berharap dapat memupuk nilai keagamaan dan spiritual yang baik dalam diri siswa-siswi untuk mencegah terjadinya krisis akhlak pada remaja yang banyak terjadi saat ini.
3. Tahfiz atau Tahsin dalam Belajar Membaca Al-Quran
Salah satu kegiatan yang mengimplementasikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah kami, adalah dengan mengadakan pembelajaran tahfiz atau tahsin Al-Quran setiap dua kali seminggu pada sore hari.
Tahfiz sendiri dalam Bahasa Indonesia adalah menghafal, yang artinya para siswa-siswi akan belajar untuk menghafal setiap ayat Al-Quran dengan arti atau makna yang terkandung dalam surat tersebut.
Sementara itu, tahsin artinya memperbaiki. Dengan adanya pembelajaran tahsin, siswa-siswi mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki serta menyempurnakan bacaan Al-Quran mereka.
Kamu tidak perlu khawatir, guru kami telah berpengalaman dalam memberikan pembelajaran tahfiz atau tahsin sesuai dengan kurikulum dan cara mengajar yang profesional juga sesuai dengan kurikulum SMA Dwiwarna (Boarding School), yaitu Kurikulum Merdeka.
4. Peringatan Hari Besar Islam
Untuk memperingati hari besar islam seperti Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi, dan lain sebagainya, kami mengadakan acara dalam berbagai tema yang bisa diikuti oleh para siswa-siswi SMA Dwiwarna (Boarding School).
Dengan begitu, para siswa-siswi dapat mengenal makna dan peristiwa terjadinya hari besar islam dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, mereka juga produktif melakukan berbagai hal untuk menjalin keakraban. Tidak hanya dengan siswa-siswi lain, melainkan guru dan juga staff SMA Dwiwarna (Boarding School).
Itulah implementasi Pendidikan Agama Islam yang dilakukan SMA Dwiwarna (Boarding School) untuk membentuk karakter dan akhlak para siswa-siswinya. Dengan penerapan pendidikan tersebut diharapkan siswa siswi tidak hanya menjadi manusia yang cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia.


