Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia adalah perguruan tinggi untuk Anda meniti karir di bidang penerbangan. Ada beberapa syarat masuk Politeknik Penerbangan Indonesia yang harus Anda penuhi agar bisa kuliah di STPI.
Sekolah kedinasan yang ada di bawah naungan Departemen Perhubungan Republik Indonesia tidak hanya mencetak lulusan pilot pesawat. Akan tetapi terdapat beberapa jurusan pilihan yaitu penerbangan, teknik penerbangan, manajemen penerbangan, dan keselamatan penerbangan.
Cara Masuk Politeknik Penerbangan Indonesia
Politeknik Penerbangan Indonesia atau PPI dulunya bernama STPI. Perguruan tinggi penerbangan Indonesia yang berlokasi di Curug Tangerang Banten membuka pendaftaran bagi WNI yang berusia tidak lebih dari 23 tahun.
Menempuh pendidikan di Poltekbang merupakan jalan untuk bisa berkarir sebagai pilot dengan biaya kuliah disubsidi pemerintah. Selain pilot, Poktekbang menyediakan berbagai jurusan untuk penempatan di maskapai penerbangan, bandara, dan lembaga lain yang berkaitan.
Untuk itu, lakukan persiapan untuk bisa kuliah di PPI dengan mencari informasi terkait cara masuk, syarat pendaftaran, dan tes seleksi
Cara Masuk Politekbang
Terdapat 3 jalur untuk bisa masuk Poltekbang, yaitu:
1. Jalur RPL
Jalur RPL merupakan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau sebagai salah satu cara masuk PPI bagi calon Taruna yang memiliki pengalaman kerja pada bidang terkait. Atau bagi calon Taruna yang sudah memiliki sertifikat kompetensi yang diakui Poltekbang.
2. Jalur Swadana
Anda bisa masuk Poktekbang melalui jalur Swadana yang merupakan jalur mandiri. Anda bisa masuk tanpa tes seleksi, namun biaya kuliah sepenuhnya dibebankan kepada mahasiswa atau Taruna.
3. Jalur Sipencatar
Penyelenggara jalur Sipencatar yaitu Kementerian Perhubungan yang mana terdapat formasi Pola Pembibitan khusus untuk program studi tertentu. Program studi yang dimaksud yaitu Operasi Bandar Udara (DIII) dan Pertolongan Kecelakaan Pesawat (DIII).
Melalui jalur Sipencatar calon mahasiswa tidak dipungut biaya kuliah, karena sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah. Akan tetapi, proses tahapan masuk cukup ketat yang melibatkan tes akademik, fisik, dan mental.
Syarat Masuk Politeknik Penerbangan Indonesia
Jika Anda sudah menentukan jalur masuk PPI, selanjutnya memahami syarat masuk Politeknik Penerbangan Indonesia yang meliputi:
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia 17-23 tahun.
- Minimal memiliki ijazah SMA/Sederajat.
- Sehat secara fisik dan mental. Termasuk tidak buta warna, memiliki penglihatan jelas atau memadai, tidak tuli, dan tidak bisu.
- Bagi yang memilih jurusan pilot dan pramugari haus memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik.
Tes Seleksi PPI
Calon Taruna Poktekbang harus mengikuti beberapa tahapan tes seleksi. Baik itu tes tertulis, wawancara, dan tes lainnya sesuai dengan bidang studi atau program pendidikan yang Anda pilih.
Lebih detail, berikut ini tahapan tes seleksi PPI Curug:
- Seleksi Tahap I : Melakukan Pendaftaran secara Online dengan mengirimkan dokumen administrasi.
- Seleksi Tahap II : Seleksi Administrasi yang mana Anda tinggal menunggu lolos atau tidak.
- Seleksi Tahap III : Setelah lolos tahap administrasi, maka seleksi selanjutnya berkaitan dengan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
- Seleksi Tahap IV : Tes Akademik.
- Seleksi Tahap V : Tes Psikotes.
- Seleksi Tahap VI : Tes Kesehatan
- Seleksi Tahap VII : Kesamaptaan dan wawancara
- Khusus untuk yang mengambil Program Studi DIV Penerbangan ada tahapan seleksi VII yang meliputi Tes Kesehatan Kedua dan Tes Bakat Terbang.
Persiapkan diri Anda untuk bisa masuk Politeknik Penerbangan Indonesia karena seleksi untuk masuk ke sekolah ini memang tidak mudah. Memahami seleksi sekolah kedinasan yang memang ketat, beberapa sekolah juga memberikan persiapan kepada para siswanya yang ingin mengikuti seleksi sekolah kedinasan.
Salah satunya adalah SMA Dwiwarna (Boarding School). Sekolah asrama ini memiliki program CATAR (Calon Taruna). Melalui persiapan ini, diharapkan siswa siswi bisa melalui seleksi sekolah kedinasan dengan jauh lebih maksimal.


