Sejarah dan Perkembangan Olimpiade Sains Nasional SMA

Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan kompetisi di bidang sains untuk tingkat SD hingga SMA. Kompetisi ini diadakan setiap tahun dan setiap sekolah akan mengirimkan siswa terbaiknya untuk mengikuti kompetisi ini.

Siswa yang mengikuti OSN harus lolos seleksi tingkat kota/kabupaten dan provinsi. Setelah itu, siswa terbaik setiap provinsi akan dipertemukan dengan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. 

Seleksi seperti itu juga berlaku untuk OSN SMA. Untuk tingkat SMA akan mempertandingkan 9 bidang sains, antara lain Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Informatika/komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian dan juga Geografi. 

Giat belajar menjadi kegiatan yang harus dilakukan jika kamu ingin menjadi salah satu peserta di kompetisi Olimpiade Sains Nasional SMA.

Tanpa belajar rasanya mustahil untuk terlibat dalam kompetisi ini. Bagi kamu yang belum mengetahui sejarah dari OSN, simak penjelasannya dibawah ini.

Sejarah Perkembangan Olimpiade Sains Nasional SMA

Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan ajang kompetisi di bidang Sains yang diikuti oleh siswa pada jenjang SD, SMP dan SMA.

OSN diselenggarakan setiap tahun di kota berbeda-beda. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal pendidikan Dasar dan Menengah. Olimpiade Sains Nasional diselenggarakan pertama kali pada tahun 2002. 

Dimana pada tahun tersebut Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade Internasional Fisika.

Dipercaya menjadi tuan rumah mengharuskan Indonesia harus siap melaksanakannya dengan baik. Selain itu, juga harus siap mencapai 3 sukses.

Tiga sukses tersebut adalah sukses penyelenggaraan, sukses peserta dan juga sukses prestasi. 

Tiga sukses tersebut ternyata berhasil dilaksanakan oleh tim Indonesia dengan meraih 2 medali emas serta 2 medali perak.

Pada waktu itu, Olimpiade Internasional Fisika diselenggarakan di Bali dan diikuti oleh 72 negara. Kompetisi di bidang Fisika ini dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Setelah sukses menjalankan acara ini, tim pelaksana memiliki mimpi untuk mengadakan kegiatan ini di Indonesia dan bersifat Internasional.

Tidak butuh waktu lama ternyata mimpi tersebut menjadi kenyataan dengan diadakannya Olimpiade Sains Nasional antar siswa jenjang SMA di tahun yang sama yaitu 2002. OSN SMA yang diselenggarakan mendapatkan respons positif dari Mendiknas Malik Fajar.

Beliau kemudian berpesan untuk para rektor supaya siswa yang mengikuti OSN diterima di UMPTN dan juga mengambil anak-anak berprestasi dari ajang ini.

Mantan Mendiknas berpesan untuk mengadakan OSN tingkat SD, SMP dan SMA di tahun depan atau tahun 2003.

Setelah itu, Direktorat Jenderal pendidikan Dasar dan Menengah segera melakukan koordinasi dengan direktorat terkait untuk menyusun langkah-langkah persiapan, mekanisme serta pelaksanaan, termasuk pembuatan logo, medali emas, perak dan juga perunggu. 

Pelaksanaan Olimpiade Sain Nasional SMA di tahun 2002 belum bisa dikatakan sempurna. Namun, ajang ini kemudian disempurnakan pada tahun 2003.

Seiring berjalannya waktu, ada keinginan untuk menyelenggarakan OSN SMA bergilir di semua provinsi di Indonesia.

Pada tahun 2003, OSN diselenggarakan di Balikpapan dan setelah itu acara ini rutin dilakukan setiap tahunnya. Pada akhirnya perjalanan OSN SMA terus berlanjut dan tahun 2004 acara ini diselenggarakan di Pekanbaru, Riau.

  • Tahun 2005 di DKI Jakarta
  • Tahun 2006 di Semarang
  • Tahun 2007 di Surabaya
  • Tahun 2008 di Makassar
  • Tahun 2009 di DKI Jakarta
  • Tahun 2010 di Medan
  • Tahun 2011 di Manado
  • Tahun 2012 di DKI Jakarta
  • Tahun 2013 di Bandung
  • Tahun 2014 di Mataram
  • Tahun 2015 di Yogyakarta
  • Tahun 2016 di Palembang
  • Tahun 2017 di Pekanbaru
  • Tahun 2018 di Padang
  • Tahun 2019 di Manado 

Namun, pada tahun 2020 Olimpiade Sains Nasional (OSN) berganti nama menjadi Kompetisi Sains Nasional (KSN).

Meski begitu, mekanisme KSN dilaksanakan tetap sama yaitu  melalui seleksi berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kota/kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional. Namun, pada tahun 2020 seleksi KSN provinsi dilakukan secara daring karena masih dalam masa pandemi.

Itulah informasi tentang Olimpiade Sains Nasional SMA.

Sekedar informasi, salah satu SMA yang berprestasi dalam kompetisi ini adalah SMA Dwiwarna (Boarding School).

Sebagai contoh, SMA Dwiwarna pernah mendapatkan medali perak dalam Student Science Olympiad 3.  

Prestasi membanggakan dari Boarding School Islam terbaik di Indonesia ini bukan tanpa alasan.

Hal ini dikarenakan SMA Dwiwarna (Boarding School) terdapat kurikulum persiapan Kompetensi Sains Nasional (KSN). Tentu kurikulum ini sangat membantu siswa agar bisa bersinar dan mengikuti KSN dengan lebih optimal.

Bagikan post ini
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *