Dunia pendidikan terus mengalami perkembangan menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, sehingga sekolah perlu menghadirkan kurikulum yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik. Akan tetapi juga menekankan pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial-emosional.
Salah satu kurikulum yang semakin diminati oleh orang tua dan lembaga pendidikan adalah Montessori. Kurikulum dengan pendekatan pembelajaran yang menempatkan anak sebagai pusat proses belajar, sehingga mampu mendorong potensi anak secara optimal.
Apa Itu Kurikulum Montessori?
Kurikulum Montessori pertama kali dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori, seorang dokter dan pendidik asal Italia. Kurikulum Montessori adalah metode pendidikan yang berfokus pada kemandirian, eksplorasi, serta pengalaman belajar yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
Dalam penerapannya, kurikulum internasional ini menggunakan filosofi bahwa setiap anak memiliki ritme belajar yang berbeda. Oleh karena itu, lingkungan belajar harus dipersiapkan secara khusus (prepared environment) untuk mendukung rasa ingin tahu dan eksplorasi alami anak.
Sedangkan untuk konsep pembelajaran menggunakan pendekatan holistik yang meliputi lima area pembelajaran. Practical Life, Sensorial, Culture and Science, Language and Literacy, dan Mathematics.
Keunggulan Kurikulum Montessori
Banyak sekolah di dunia mengadopsi Montessori karena keunggulannya yang relevan dengan kebutuhan pendidikan modern. Di Indonesia sendiri sesuai dengan kurikulum merdeka. Adapun keunggulan kurikulum montessori, antara lain:
1. Mengembangkan Potensi Individual
Setiap anak dapat belajar sesuai ritme dan gaya belajarnya. Timbal baliknya perkembangan anak akan terjadi secara alami tanpa tekanan berlebihan dan anak mendapatkan pemahaman belajar tanpa tergesa-gesa atau tidak merasa tertinggal.
2. Memperkuat Karakter dan Disiplin Diri
Kurikulum montessori menekankan tanggung jawab, kemandirian, dan kemampuan mengatur diri sejak dini. Dalam hal ini siswa akan belajar untuk melakukan kegiatan secara mandiri,
3. Mengembangkan Kreativitas dan Rasa Ingin Tahu
Lingkungan pembelajaran yang kaya eksplorasi melatih anak menjadi lebih aktif dalam belajar. Ada keinginan yang muncul dari dalam diri untuk mengetahui banyak hal, tentang apa, kenapa, bagaimana, dan menjadikan anak lebih kritis.
4. Mendorong Keterampilan
Dengan kurikulum Montessori dapat membantu mendorong keterampilan anak lebih dalam. Seperti critical thinking, problem-solving, collaboration, dan komunikasi.
5. Memberikan Kebebasan dalam Belajar
Pendekatan pada kurikulum Montessori memungkinkan anak untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya sendiri. Dengan ini anak akan lebih semangat untuk belajar dan secara tidak langsung meningkatkan motivasi dan prestasi akademik maupun non akademik.
Perbandingan Montessori dengan Kurikulum Lain
Setiap kurikulum memiliki keunggulan masing-masing. Walau begitu, dibandingkan kurikulum nasional maupun kurikulum internasional seperti Cambridge atau IB, Montessori memiliki ciri sendiri.
Berikut ini ciri khas dari kurikulum Montessori, yaitu:
- Menekankan pengalaman belajar langsung, bukan hafalan.
- Tidak berbasis nilai, tetapi perkembangan individu.
- Memprioritaskan pembentukan karakter sebelum akademik.
- Memberi kebebasan anak memilih aktivitas, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan.
Untuk itu, kurikulum Montessori cocok diterapkan pada jenjang PAUD dan sekolah dasar yang fokus pada pembentukan fondasi perkembangan anak. Selain itu, Montessori juga sangat efektif untuk anak yang belajar dengan cara visual, kinestetik, maupun sensori. Secara keseluruhan kurikulum Montessori sebagai metode pembelajaran dengan pendekatan pendidikan yang berfokus pada kemandirian, eksplorasi, dan perkembangan anak secara holistik.
Dengan keunggulan yang ditawarkan, kurikulum Montessori relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Tidak heran jika Montessori menjadi salah satu kurikulum internasional yang paling banyak digunakan di berbagai sekolah dunia. Teruana bagi sekolah yang ingin menghadirkan lingkungan belajar yang menghargai perbedaan individu, memaksimalkan potensi anak, dan membangun karakter sejak dini, kurikulum Montessori merupakan pilihan yang tepat.

