Cara Membentuk Kebiasaan Baik Untuk Perkembangan Anak

Masa perkembangan anak harus benar-benar diperhatikan jika orang tua ingin agar mereka kelak menjadi generasi yang berguna.

Perlu adanya stimulasi atau rangsangan sebagai cara untuk membentuk kebiasaan baik pada anak.

Dengan begitu, secara perlahan tapi pasti karakter anak akan terbentuk melalui kebiasaan yang ditanamkan kepadanya.

Lalu bagaimanakah cara membentuk kebiasaan baru pada anak sehingga karakternya bisa menjadi lebih baik? Apakah sulit untuk melakukannya?

Baiklah, langsung saja simak penjelasan berikut ini.

5 Cara Membentuk Kebiasaan Baik Pada Anak

Inilah Cara Membentuk Kebiasaan Baik

1 – Memahami Pengertian dari Kebiasaan

Sebelum Anda sebagai orang tua berusaha untuk membentuk kebiasaan baru kepada anak, sebaiknya pahami dulu apa maksud yang sebenarnya.

Anda harus memahami lebih dulu apa yang dimaksud dengan kebiasaan tersebut.

Kebiasaan adalah sesuatu yang dilakukan secara terus menerus dan berulang baik dengan sedikit ataupun tanpa usaha dan pemikiran sama sekali.

Misalnya kebiasaan menyalakan lampu kamar begitu membuka pintu dan sebagainya.

Aktivitas tersebut sering dilakukan sebagai aktivitas yang tanpa disertai adanya proses pemikiran yang panjang.

2 – Butuh Waktu Untuk Membangun Kebiasaan

Penelitian yang telah ada banyak menyimpulkan bahwa dibutuhkan waktu sekitar 21 hari agar seseorang bisa beradaptasi dengan kebiasaannya yang baru.

Meskipun ada juga hasil penelitian yang memberikan data berbeda yaitu 66 hari. 

Kesimpulannya adalah, bahwa lamanya waktu yang dibutuhkan dalam beradaptasi dengan kebiasaan tergantung pada individu itu sendiri.

Ada yang bisa cepat menyesuaikan diri tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lama.

3 – Membentuk Kebiasaan Baru dengan Tujuan

Anda tidak akan bisa melakukan usaha dan cara membentuk kebiasaan baik tanpa menetapkan tujuan yang jelas lebih dulu.

Untuk itu pembentukan kebiasaan positif pada anak harus disertai dengan tujuan melakukan hal tersebut. 

Apakah Anda membentuk kebiasaan yang baru kepada anak dalam rangka agar dia mendapatkan rangking 10 besar di kelasnya?

Atau agar anak bisa menjadi seseorang yang memiliki akhlak lebih baik dan tujuan lainnya?

Tujuan inilah yang nantinya bisa membantu Anda sebagai orang tua dalam menyusun langkah dan cara untuk mengembangkan kebiasaan tersebut.

Misalnya kalau Anda ingin membentuk kebiasaan membaca Al Qur’an pada anak, maka bisa dilakukan dengan mengikutsertakannya di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA).

4 – Fokus pada Prosesnya Bukan Hanya Hasilnya

Kesalahan besar yang sering dilakukan orang tua saat akan menerapkan sebuah kebiasaan baru positif kepada anak adalah hanya fokus kepada hasilnya.

Padahal yang lebih penting adalah bagaimana proses pembentukan kebiasaan tersebut kepada anak-anak.

Karena kunci berhasil atau tidaknya seseorang bisa mencapai kebiasaan yang baru, adalah konsisten melakukan hal tersebut.

Lakukan apa yang menjadi tujuan Anda tersebut secara terus menerus dan berkesinambungan.

Ajarkan anak untuk selalu mengulanginya hingga terbentuk menjadi kebiasaan.

5 – Mulai dari Kebiasaan Kecil

Tidak jauh berbeda dengan poin yang sebelumnya dimana kebanyakan orang tua hanya melihat pada hasilnya saja.

Kesalahan orang tua dalam membentuk kebiasaan dan karakter baru pada anak yaitu langsung menekankan pada sesuatu yang besar dan berat.

Biasanya anak justru akan merasa malas bahkan terkadang menjadi cemas karena hal tersebut.

Bersabarlah dengan memulainya dari kebiasaan-kebiasaan kecil dan sederhana. Misalnya menyisir rambut ketika bangun tidur.

Setelah itu baru pelan-pelan ajarkan anak pada kebiasaan yang lebih besar. Misalnya seperti membereskan kamarnya sendiri.

Jika dari hal yang kecil Anda sabar melatihkannya kepada anak, maka perlahan tapi pasti mereka akan memiliki kebiasaan seperti yang Anda inginkan.

Penutup

Itulah beberapa cara yang bisa orang tua lakukan ketika ingin membentuk sebuah kebiasaan kepada anak-anak.

Sekedar informasi tambahan, mendaftarkan anak boarding school atau sekolah asrama sebenarnya juga bisa membantu untuk membentuk kebiasaan baik bagi anak.

Sebab, di sana anak bisa lebih mandiri dan memiliki pengembangan karakter yang lebih kuat dibanding sekolah biasa.

Bagikan post ini
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *