Integrasi Kurikulum Nasional dan Keagamaan di Islamic Boarding School

Ringkasan:

  • Integrasi kurikulum berarti menyatukan standar akademik nasional dengan pembiasaan adab dan ibadah harian.
  • Siswa SMA Dwiwarna hidup dalam ekosistem Islami 24 jam: Shalat berjamaah, keputrian/keputraan, dan kajian rutin.
  • Sistem ini terbukti efektif membentengi remaja dari bahaya pergaulan bebas dan degradasi moral.

Kurikulum sering jadi acuan para orang tua dalam memilih sekolah untuk anak. Menerapkan lebih dari satu metode belajar umumnya juga menjadi tanda bahwa sekolah memiliki kualitas yang tinggi. SMA Dwiwarna Boarding School tidak hanya memakai satu kurikulum sebagai acuan dalam mengajar, tetapi juga mengintegrasikannya dengan beberapa Kurikulum, salah satunya Kurikulum keagamaan.

Kombinasi metode pembelajaran seperti ini tidak hanya ditujukan agar siswa memiliki banyak mata pelajaran, tetapi juga sebagai tambahan bekal keilmuan serta pendidikan karakter yang kuat, serta berbasis keagamaan. Lantas, bagaimana SMA Dwiwarna Boarding School menerapkannya?

Sistem Pembelajaran di SMA Dwiwarna Boarding School

Pembelajaran di SMA Dwiwarna yang memadukan kurikulum keagamaan dab nasional

Sejak berdiri pada tahun 1998, Kurikulum SMA Dwiwarna Boarding School selalu mengacu pada Kurikulum Nasional, hingga saat ini masih berpedoman pada Kurikulum Merdeka. Di samping itu, sekolah juga mengintegrasikan acuan tersebut dengan beberapa Kurikulum lainnya, tujuannya untuk memperluas pengetahuan murid dalam berbagai hal.

Metode pembelajaran yang dikembangkan tersebut dapat membantu siswa memperluas pengetahuan dalam berbagai aspek, seperti aspek intelektual, kebangsaan (kebhinekaan), wawasan global (international networking), maupun penguatan nilai-nilai karakter tangguh, unggul, dan mulia sebagai ciri khas sekolah berasrama.

Dari sisi keagamaan, siswa juga diberikan berbagai kegiatan positif serta ekstrakurikuler islami. Ini bertujuan agar siswa merasa nyaman berada di lingkungan islami, dan terhindari dari hal-hal negatif yang menjadi tantangan tersendiri bagi anak muda.

Beberapa kegiatan yang umum dilakukan seperti:

  • Shalat berjamaah 5 waktu di Masjid Hikmatul Ilmi.
  • Shalat Dhuha bersama.
  • Tahfiz/ Tahsin dan belajar membaca Al-Quran.
  • Peringatan Hari Besar Islam, seperti Ramadhan Day, Idul Adha, Maulid Nabi, Tahun Baru Hijriyah, dll.

Kegiatan ini dibuat berdasarkan prinsip pendidikan holistik, mengintegrasikan aspek religius, akademis, sosial, dan keterampilan hidup untuk mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Fasilitas asrama yang memadai, membuat siswa lebih nyaman berada di lingkungan sekolah selama 24 jam. Sehingga Anda sebagai orang tua tidak perlu khawatir tentang keamanan anak selama berada di sekolah.

Berikan rasa tenang pada diri Anda. Titipkan anak di lingkungan yang menjaga sholat dan akhlaknya. Daftar Sekarang, Hindari Penyesalan di Masa Depan!

FAQ

1. Apakah SMA Dwiwarna Sekolah Islam Terpadu?

SMA Dwiwarna adalah sekolah Islam Terpadu di Jawa Barat. Memadukan antara Kurikulum Nasional dengan pendidikan karakter, keagamaan, dan asrama.

2. Bagaimana Pengawasan Ibadah di Asrama?

Siswa selalu diajak berkegiatan secara bersama-sama, dan ibadah di asrama umumnya dilakukan secara berjamaah.

3. Apakah Non-Muslim Bisa Sekolah Di Sini?

Salah satu syarat masuk ke SMA Dwiwarna Boarding School adalah siswa beragama Islam.

4. Bagaimana Jadwal Kegiatan Di Hari Minggu?

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan siswa ketika hari Minggu (Weekend), seperti Kegiatan dari Asrama (Barbequan, Bakti Sosial Ke Panti Asuhan/Werdha  dll) , Kurikulum (Outing Class, dll), Kesiswaan (Bazar, Ekskul, dll).

5. Apakah Boleh Membawa HP?

Siswa diperbolehkan membawa HP untuk berkomunikasi dengan orang tua selama berada di asrama. Di kelas, siswa telah didukung dengan peralatan modern dan canggih, serta koneksi internet berkecepatan tinggi, sehingga tidak perlu membawa HP ketika proses pembelajaran berlangsung.

Bagikan Post Ini
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp