Pernahkan Anda mendengar istilah wisjur akmil? Istilah ini cukup asing di telinga orang awam. Wisjur merupakan singkatan dari wisuda jurit. Wisjur adalah momen puncak yang menandai transformasi dari seorang taruna menjadi prajurit resmi di dunia militer. Wisjur bukan hanya upacara tetapi juga memiliki makna yang dalam bagi prajurit.
Makna yang dimaksud adalah pengakuan atas perjuangan serta dedikasi yang ditunjukkan. Untuk bisa sampai pada upacara ini, Anda harus melalui pendidikan dan pelatihan yang ketat serta keras. Banyak tantangan dan tangisan yang harus dilewati untuk mencapainya.
Apa Itu Wisjur Akmil?
Wisuda jurit atau Wisjur Akmil merupakan upacara pelantikan yang secara khusus diadakan untuk calon Taruna atau prajurit Taruna di Akademi Militer (Akmil). Upacara ini menjadi momen yang sangat penting karena menandai perubahan status calon taruna menjadi anggota resmi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan juga ABRI.
Wisjur tidak hanya profesi formal tetapi juga dilengkapi dengan aksi defile dan juga demonstrasi ketangkasan para Taruna. Wisjur akan dihadiri oleh petinggi militer dan juga keluarga para Taruna. Hadirnya keluarga tentu akan menciptakan momen yang indah serta penuh kebanggan dan penghormatan.
Perlu digaris bawahi bahwasanya wisjur bukan hanya akhir dari masa pendidikan, tetapi juga menjadi awal tanggung jawab besar sebagai anggota TNI yang bertugas untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
Wisjur sendiri dimulai dengan pendidikan dasar integratif selama 3 bulan di Resimen Chandradimuka, Akademi TNI. Tujuan dari pendidikan ini adalah untuk membentuk sinergitas antara calon prajurit dari TNI maupun polri serta menanamkan nilai-nilai keprajuritan dan juga kepolisian yang solid.
Setelah itu, para Taruna dan Bhayangkara Taruna mengikuti serangkaian ujian , pelatihan fisik dan juga mental, Mereka juga akan dilatih dalam berbagai keterampilan, seperti taktik militer, dan bela diri. Wisjur Akmil biasanya diadakan pada bulan November. Adapun beberapa tujuan dari Wisjur Akmil adalah sebagai berikut:
- Sebagai simbol pengakuan resmi terhadap calon taruna ataupun prajurit taruna yang sudah berhasil menyelesaikan pendidikan dasar militer
- Memberikan apresiasi atas kerja keras dan juga dedikasi para taruna serta menegaskan komitmen mereka untuk mengabdi pada negara Republik Indonesia.
Setelah upacara ini selesai dilakukan maka calon taruna sudah resmi menjadi anggota TNI atau ABRI. Hal ini berarti mereka sudah berhak mendapatkan gaji dan tunjangan. Kira-kira berapa gaji taruna akmil itu?
Gaji Taruna Akmil
Selama masa pendidikan, Taruna Akmil ternyata mendapatkan uang. Dimana uang yang didapatkan ini dalam bentuk uang saku. Adapun uang saku yang didapatkan sebesar Rp 300.000 per bulan.
Setelah calon taruna lulus dan dilantik menjadi perwira TNI AD dengan pangkat Letnan Dua (Letda) maka mereka berhak mendapatkan gaji. Dimana gaji yang diperoleh disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 2029.
Gaji pokok perwira TNI AD berpangkat Letnan Dua (Letda) berkisar Rp 2.735.000 sampai Rp 4.425.000. Selain gaji pokok juga mendapatkan tunjangan, seperti tunjangan istri, tunjangan jabatan, tunjangan anak dan tunjangan lainnya. Besaran tunjangan yang didapatkan sesuai dengan jabatannya.
Tunjangan-tunjangan yang didapatkan bisa mencapai Rp 1.986.000 sampai dengan Rp 37.810.500, tergantung jabatan dan juga golongannya. Dengan tunjangan sebesar itu, tidak heran jika banyak yang tertarik untuk bergabung menjadi TNI AD.
Nah itulah informasi lengkap tentang wisjur akademi kepolisian dan Akademi Militer. Apabila Anda tertarik untuk menjadi taruna Akmil, disarankan untuk segera mempersiapkan diri.
Salah satu bentuk persiapannya yaitu dengan sekolah di SMA Dwiwarna Boarding School. Alasannya karena sekolah ini memiliki program pembinaan calon taruna dengan manfaat yang sangat banyak.
Program ini bisa diikuti oleh laki-laki maupun perempuan yang ingin masuk tni wanita. Tidak hanya persiapan fisik saja yang menjadi perhatian di program CATAR SMA Dwiwarna (Boarding School), tetapi juga psikologis dan akademis. Kedisiplinan pun sangat ditempa sehingga seluruh siswa siswi yang ingin menjadi perwira bisa mendapatkan peluang yang lebih besar untuk lolos.
Ini terwujud dari lingkungan sekolah disiplin yang diterapkan di SMA Dwiwarna Boarding School.


