Jerman adalah negara Eropa yang dikenal memiliki sistem pendidikan yang bagus. Sistem pendidikan di Jerman sudah diakui kualitasnya secara global dan sering menjadi tujuan mahasiswa untuk melanjutkan kuliah. Jerman, negara ini memang mengutamakan efisiensi pendidikan sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang diakui dunia.
Tidak jauh beda dengan negara lainnya, termasuk Indonesia, sistem pendidikan di negara Jerman dibagi menjadi beberapa jenjang dan tingkatan. Setiap jenjang tersebut dirancang dengan spesifik dan terarah. Hasilnya, siswa-siswa di Jerman sudah mampu memahami apa yang menjadi cita-citanya sejak usia remaja. Oleh sebab itu, mereka juga yakin memilih jurusan sesuai keinginannya.
Pembagian Jenjang Sistem Pendidikan di Jerman
Seperti Indonesia, Jerman juga mengenal program wajib belajar yang dimulai sejak usia 6 tahun sampai dengan sekolah tingkat menengah. Semua jenjang pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi di Jerman berkualitas bagus dan tidak dipungut biaya atau gratis.
Secara garis besar, jenjang dan tingkatan pendidikan di Jerman adalah sebagai berikut.
1. Pendidikan Usia Dini (Kindergarten) untuk Usia 1-6 Tahun
Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, jenjang terendah pendidikan di Jerman adalah pendidikan usia dini atau kindergarten. Kalau di Indonesia disebut dengan PAUD dan TK. Anak-anak yang sekolah di Kindergarten ini belum diberikan materi pelajaran, melainkan hanya bermain saja.
Sekolah berlangsung selama 7 jam setiap hari, dimana didalamnya sudah termasuk jadwal makan siang dan istirahat. Kindergarten biasanya dimanfaatkan oleh orang tua di Jerman untuk menitipkan anak-anaknya selama ditinggal pergi untuk bekerja.
2. Sekolah Dasar (Grundschule) untuk Usia 6-10 Tahun
Masih sama dengan Indonesia, dimana anak-anak yang sudah berusia 7 tahun mulai memasuki tingkat sekolah dasar. Hanya saja di Jerman, kebanyakan anak mulai masuk SD ketika berumur 6 tahun, lebih cepat 1 tahun daripada anak-anak di Indonesia.
Bedanya dengan Indonesia, SD di Jerman hanya ditempuh selama 4 tahun dan anak akan lulus saat usianya 10 tahun. Sekolah dasar di Jerman ada dua jenis, yaitu sekolah yang menerapkan 5 hari efektif saja dan sekolah dengan sistem 6 hari kerja.
3. Sekolah Menengah untuk Usia 10-16 Tahun / 16-18 Tahun
Setelah lulus sekolah tingkat dasar pada umur 10 tahun, siswa Jerman akan melanjutkan pendidikan di jenjang sekolah menengah. Sistem pendidikan di Jerman membagi jenjang sekolah menengah ini menjadi dua tingkatan, yaitu Sekundarstufe I dan II.
Sekolah Sekundarstufe I adalah sekolah untuk anak-anak usia 10-16 tahun, hampir sama dengan SMP di Indonesia. Sedangkan Sekundarstufe II untuk anak-anak umur 16-18 tahun, atau mirip SMA di Indonesia. Sekolah pada jenjang menengah ini memfokuskan pada pendidikan kemandirian, membuat keputusan, tanggung jawab sosial dan juga politik kepada setiap siswa.
4. Pendidikan Lanjutan
Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah hingga usia 18 tahun, orang Jerman akan melanjutkan pendidikannya di tingkat tinggi atau universitas. Ini juga hampir sama dengan sistem pendidikan di Indonesia, dimana anak akan lulus SMA usia 18 tahun. Setelah lulus SMA bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.
Jerman dikenal memiliki banyak sekali universitas kelas dunia, terutama jurusan teknik. Banyak orang Indonesia yang melanjutkan pendidikannya di Jerman baik tingkat Strata 1, Magister (S2) ataupun Doktoral (S3).
Jika dilihat, nyatanya tidak banyak perbedaan antara sistem pendidikan di Jerman dan di Indonesia. Pembagian jenjang dan tingkat pendidikannya juga hampir sama dengan Indonesia. Sehingga, bagi siswa yang telah lulus SMA di Indonesia dapat melanjutkan kuliah S1 di Jerman dengan usia yang sama dengan mahasiswa di sana.
Untuk melanjutkan kuliah di Jerman dibutuhkan persiapan khusus, termasuk bahasa. Sistem pendidikan di Jerman dikenal sangat baik sehingga persaingannya juga berat. Bekali dulu dengan kemampuan bahasa Jerman yang mumpuni. SMA Dwiwarna (Boarding School) adalah sekolah yang telah bekerjasama dengan Goethe Institut dalam program ekskul bahasa Jerman.


